Tak Ada Kemajuan Siginifikan, WH Sempat Usul PP KEK Tanjung Lesung Dicabut

Gubernur Banten Wahidin Halim.

SERANG, BANPOS – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menilai perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung lambat dan tak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Bahkan WH pernah menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi agar peraturan yang menetapkan KEK tersebut dicabut.

“Tanjung Lesung memang tadi saya minta agar pengembang atau developer yaitu BWJ ini harus punya semangat lah karena sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” kata WH usai memimpin rapat evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN), di Pendopo Gubernur Banten Lama Jalan Brigjen Syam’ un Selasa (6/11/2018).

Ia menjelaskan, sarana-sarana dan fasilitas yang menjadi kewajiban pengembang harus ditingkatkan progresnya. Menurutnya, keterlambatan dalam pengembangan KEK Tanjung Lesung tersebut dipertanyakan kepada pihak pengembang dan salah satu alasannya karena investornya kurang.

“Tadi yang saya tanyakan itu kenapa lambat, mungkin karena investornya kurang. Saya bilang bagaiamana investornya mau datang ke sini ketika kita belum menyiapkan fasilitas-fasilitas atau sarananya,” ujarnya.

WH dalam rapat tersebut memberikan catatan khusus terkait pembangunan KEK Tanjung Lesung yaitu untuk mempercepat proses pembenahan sesuai dengan target-target.

“Karena saya ditanya beberapa kali sama Pak Presiden mengenai progressnya sampai saya bilang mendingan cabut saja ijin (PEraturan Pemerintah, red) KEK-nya kalau memang sampai sekarang belum ada perkembangan “ jelasnya.

Karena sampai saat ini, kata gubernur, belum ada laporan perkembangan apa saja yang sudah dikerjakan.

“Dari tujuh KEK baru satu yang sudah jalan yaitu KEK Mandalika tapi selebihnya belum. Jadi jangan jadikan Banten hanya sebagai tempat untuk investasi yang tidak jelas dan saya minta mulai hari ini melaporkan perkembangannya apa yang menjadi target-target dari pembangunan KEK tersebut,” papar dia.(RUS)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: