Investasi di Kota Serang Belum Mencapai Target

SERANG, BANPOS – Nilai investasi di Kota Serang sampai triwulan III atau September baru tercapai Rp2,275 triliun atau 60,67 persen, dari target Rp3,7 triliun. Masih ada sisa target Rp1,475 triliun yang ditarget bisa terealisasi sampai Desember.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang Wahyu Nurjamil mengaku pihaknya optimis sampai akhir tahun bissa mencapai target.

“Memang masih cukup besar sisanya, tapi kita optimis bisa tercapai,” ungkap Wahyu yang dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (4/11).

Ia juga mengaku, sempat ada kendala dalam pencaian target, dimana pihaknya sempat off selama 2 bulan karena ada migrasi sistem OSS. Adanya migrasi sistem ini, semua proses perijinan sempat ditunda.

Wahyu juga menambahkan, jika OSS ini merupakan aturan baru dari ‎pusat, dan belum tersosialisasikan secara maksimal. Sehingga banyak para pengusaha yang belum paham dan sampai ada yang dua kali melakukan pendaftaran. Ditambah lagi kesadaran investor untuk melaporkan tepat waktu masih kurang.

“Selain itu kita masih menunggu dokumen perbaikan tata ruang,” katanya.

Namun katany, di sisa waktu yang beberapa bulan lagi ini, pihaknya akan terus berusaha dengan melakukan berbagai inovasi agar bisa tercapai target.

“Mudah-mudahan di sisa waktu yang adan ini dapat tercapai, karena laporan Oktober belum direkap dan masih ada beberapa perusahaan yang mau mengurus dan memperpanjang izin,” katanya.

Kabid Penanaman Modal, Kiki Baihaqi mengatakan, pada triwulan I (Januari-Maret) nilai investasi Rp602,862 miliar, dengan jumlah tenaga kerja 2.024, yang berasal dari 315 perusahaan atau proyek. Pada triwulan II nilai investasi menurun ‎menjadi Rp311,662 miliar dari jumlah perusahaan atau proyek 183 dan jumlah tenaga kerja 1.340.

Di triwulan III meningkat menjadi Rp1,460 triliun, tenaga kerja 729, dan perusahaan 86. “Jadi saat ini nilai investasi dri triwulan I,II dan III mencapai Rp2,375 triliun, dari jumlah perusahaan 584 dan tenaga kerja 4.093,” katanya.

Kiki juga menyatakan, dari jumlah investasi tersebut semunya investor dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sedangkan untuk Penanaman Modal Asing (PMA) belum ada. Ia juga menyebutkan, dari jumlah proyek tersebut peyumbang terbesar dari sektor perumahan yang mencapai Rp1,318 triliun. Kedua dari sektor perdagangan Rp731,797 miliar, sektor jasa Rp317,593 miliar dan koperasi Rp7,300 miliar. (PBN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: