Seleksi Anggota KPU Lebak Dibuka, Perempuan Dapat Keistimewaan

SERANG, BANPOS – Pendaftaran seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak akan dibuka mulai 5 hingga 11 November mendatang. Tim Seleksi berharap banyak pendaftar dari kaum perempuan.

Anggota Tim Seleksi KPU Lebak, Iyoh Marwiah Jumat (2/11/2018) menjelaskan, pendaftar perempuan akan mendapat keistimewaan. Ia mencontohkan, dalam tes tertulis jika ada yang kurang dari batas nilai maka akan diusahakan untuk tetap masuk.

“Tapi jika dites berikutnya nilainya tetap rendah, kami tetap akan mencoretnya. Kami tidak akan memaksakan orang yang tidak memiliki kompetensi,” katanya.

Ia menjelaskan, akan ada banyak pendaftar perempuan dari Lebak. Berkaca dari pengalaman sebelumnya saat menjadi Tim Seleksi Bawaslu Banten, pendaftar dari wilayah Pandeglang dan Lebak antusiasnya sangat tinggi.

Sekretaris Tim Seleksi Anggota KPU Lebak Yudi Juniardi mengatakan, untuk memaksimalkan jumlah pedaftar khususnya dari kaum perempuan, pihaknya akan menggelar sosialisasi ke beberapa tempat seperti kampus-kampus dan bekerjasama dengan organisasi aktif.

“Kami juga akan memaksimalkan fungsi media sosial, selain tentunya sosialisasi melalui media massa juga. Kami akan mengundang organisasi-organisasi pemuda yang memiliki kemampuan prasyarat untuk mengikuti seleksi ini,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, tahapan pertama dalam seleksi ini yakni pengumuman pendaftaran pada 2 hingga 4 November. Kemudian, pendaftaran dibuka 5-11 November. Calon yang lolos administrasi akan diumumkan 16-18 November.

“Tes tertulis dilaksanakan 19 November di mana semua peserta akan langsung melihat hasilnya. Berikutnya adalah tes psikologi pada 21 hingga 23 November. Hasil tes diumumkan 25 hingga 27 November. Tes kesehatan 28 November hingga 2 Desember dan wawancara 3 hingga 7 Desember. Semnetara hasil akhirnya diumumkan pada 9 hingga 11 Desember,” tutur Yudi.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Seleksi Anggota KPU Kabupaten Lebak Ikhsan Ahmad menjelaskan, tes tertulis atau CAT adalah tes paling objektif. Jika ada peserta yang sama nilainya maka akan dilihat dari persoalan perbedaan waktu dalam menjawab. Kemudian ada pertimbangan juga terkait wawasan kebangsaan peserta dan juga keunggulan dalam menjawab pilihan ganda.

“Persoalan-persoalan tersebut akan menjadi pertimbangan rangking pada saat tes, jika memang ada yang nilainya sama,” tegasnya.

Ia juga tidak memungkiri , sebagai Tim Seleksi pasti akan ada titipan namun dalam hal ini pihaknya telah sepakat akan tetap berpatokan pada aturan-aturan seleksi.

“Kami akan memegang amanah melakukan seleksi sesuai aturan. Anggota KPU harus memiliki integritas, bukan hanya kualitas,” pungkasnya.(RUS)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: