Soal Kunjungan Jokowi-Ma’ruf Amin ke Pesantren, Ini Kata Bawaslu Banten

Didih M Sudih

SERANG, BANPOS – Rencana kedatangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin ke Pondok Pesantren Daar El Qolam, Gintung mendapat kritikan dari relawan paslon nomor 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua Bawaslu Banten, Didih M. Sudih mengatakan, sudah mendapatkan pemberitahuan terkait kegiatan tersebut, dan akan melakukan pengawasan terhadap kunjungan itu. Ketika ditanya terkait apakah diizinkan, Didih menegaskan bahwa surat tersebut sifatnya hanyalah pemberitahuan bukan permohonan izin.

Sedangkan ketika ditanyakan terkait lokasi yang akan dikunjungi oleh Paslon Nomor 1, Didih menegaskan adanya larangan berkampanye di beberapa tempat yang telah diatur oleh undang-undang dan PKPU.

“Kampanye di lembaga pendidikan, tempat ibadah tidak boleh. Peserta pemilu boleh hadir di lembaga pendidikan atau tempat ibadah dibolehkan asal ada undangan dari lembaga/pengurus. Dan itu tetap tidak boleh kampanye,” tegasnya, Kamis (1/11/2018).

Pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf tentang kegiatan ini. Hal tersebut menurutnya dilakukan agar dapat mencegah terjadinya pelanggaran kampanye pada acara tersebut.

“Selanjutnya kita lihat perkembangannya,” tandas Didih.

Koordinator Tim Advokasi Masyarakat Pendukung Prabowo-Sandi (Tampung Padi) Banten, Ferry Renaldy meminta kepada Pengurus Ponpes Daar El-Qolam untuk menolak kehadiran Paslon Nomor 1 ke lembaganya tersebut.

“Pimpinan pondok pesantren harus berani menolak kedatngan paslon nomor 1. Karena pesantren tidak boleh dijadikan tempat berkampanye,” imbuh Ferry, Kamis (1/11/2018).(PBN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: