Rencana Jokowi-Ma’ruf Amin Kunjungi Ponpes Daar El Qolam Dikritisi

SERANG, BANPOS – Rencana kedatangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin ke Pondok Pesantren Daar El Qolam, Gintung mendapat kritikan dari relawan paslon nomor 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Koordinator Tim Advokasi Masyarakat Pendukung Prabowo-Sandi (Tampung Padi) Banten, Ferry Renaldy meminta kepada Pengurus Ponpes Daar El-Qolam untuk menolak kehadiran Paslon Nomor 1 ke lembaganya tersebut.

“Pimpinan pondok pesantren harus berani menolak kedatngan paslon nomor 1. Karena pesantren tidak boleh dijadikan tempat berkampanye,” imbuh Ferry, Kamis (1/11).

Ferry melanjutkan, pimpinan pondok pesantren diharap tidak takut dengan sikap yang disarankannya tersebut. Menurut Ferry, ada aturan yang mengatur penolakan kedatangan pasangan capres dan cawapres ke lembaga pendidikan

“Dengan menolak kedatangan paslon nomor urut 1, pimpinan pondok pesantren telah memberikan contoh keteladanan dalam hal menaati aturan pemilu pada pesta demokrasi tahun 2019 nanti,” klaim Ferry.

Menurutnya, landasan hukum yang mengatur penolakan itu ada pada PKPU nomor 23 tahun 2018 dan UU nomor 7 tahun 2017. Selain itu, ia meminta agar Bawaslu dapat menegakkan aturan yang telah ada.

“Bawaslu harus tegas menegakan aturan pemilu 2019. Jangan rusak pesta demokrasi ini dengan arogansi menabrak peraturan perundang-undangn yang berlaku,” tegasnya.

Didapatkan informasi, Jokowi-Ma’ruf akan mendatangi kembali Banten. Kedatangan mereka dalam rangka menghadiri acara deklarasi yang akan dilakukan oleh keluarga besar Tb. Chasan Shohib di Serang. Namun dalam hari yang sama, usai acara deklarasi, pasangan ini akan menghadiri kegiatan Hari Santri di Ponpes Daar El-Qolam, Kabupaten Tangerang. (PBN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: