Pindah Partai, Empat Anggota DPRD Kabupaten Serang di PAW

SERANG, BANPOS – DPRD Kabupaten Serang melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) kepada empat anggotanya. Keempat anggota dewan tersebut yakni Ahmad Soleh, Tatu Komalasari, Khotib, dan Ahmad Dimyati. Mereke menggantikan empat anggota DPRD yakni Abdullah, Subadri dari Partai Hanura, Purbo Asmoro dan Feri Taruna dari Partai Amanat Nasional (PAN). Kamis (1/11).

Diketahui, keempat anggota Dewan ini menjalani proses PAW setelah berpindah Partai menjelang Pileg 2019. Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, dengan dilantiknya ke empat anggota dewan tersebut diharapakan mereka bisa melanjutkan tugas dari pendahulunya.

“Saya berharap mereka meningkatkan kinerjanya dari pendahulunya kalau dulu sudah bagus sekarang harus lebih bagus lagi,” ujarnya kepada awak media seusai acara paripurna di gedung DPRD Kabupaten Serang.

Menurut Pandji, jabatan beberapa bulan yang diduduki oleh empat anggota dewan itu nantinya bisa menjadi barometer di masyarakat. Jika dalam sisa waktu ini mereka menunjukan kinerja yang baik, maka secara otomatis bisa menjadi sarana kampanye agar terpilih kembali pada periode 2019-2024. “Jadi harus mewakili aspirasi masyarakat yang diwakilinya,” ucapnya.

Ia mengatakan, apa yang disuarakan itu harus benar-benar yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun demikian, diharapkan para anggota dewan itu bisa membaca struktur keuangan dan fiskal di Kabupaten Serang.

Jangan sampai mereka beranggapan semua aspirasi itu harus dibiayai oleh APBD. Oleh karena itu, penting kiranya anggota dewan untuk bisa memotivasi masyarakat dalam pembangunan agar tidak hanya mengandalkan APBD. “Tapi mereka juga berpartisipasi untuk pembangunan di daerahnya masing masing,” katanya.

Sejauh ini, ujar Pandji, anggota dewan yang ada sudah menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun terkadang apa yang diusulkan itu tidak melihat fiskal di Kabupaten Serang.

“Sehingga ketika reses semua usulan ditampung. Angggaran berapa puluh Miliar juga enggak akan cukup itu. Saya harap mereka selektif mana yang strategis baru diusulkan tidak semua suara masyarakat itu betul betul masyarakat bisa saja itu suara elit di desa atau kecamatan. Banyak yang minta jalan pas saya cek mereka minta air bersih,” tuturnya.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: