Dikira Penculik Anak, ODGJ Diamankan Polisi di Pandeglang

PANDEGLANG, BANPOS – Isu penculikan anak yang marak beredar di Media Sosial (Medsos) memberikan dampak kepada masyarakat, sehingga setiap ada kejanggalan yang terjadi di lingkungan masyarakat selalu dikaitkan dengan isu yang beredar. Untuk menepis hal itu, Polres Pandeglang, langsung tanggap pada saat setiap ada kejadian di Wilayah Hukum Polres Pandeglang.

Salah satunya saat pihak security Bank Banten melaporkan kepada anggota Polres Pandeglang, ketika melihat orang yang mencurigakan berpakaian kemeja warna putih bercorak coklat yang sudah lusuh dan celana bahan berwarna biru dongker dalam keadaan luka lecet pada pelipis wajah dengan bercak darah yang sudah mengering mondar mandir dihalaman kantor tempatnya bekerja.

“Pada sekitar pukul 08.00 WIB Security Bank Banten Pandeglang menghubungi anggota dari Satuan Lantas (Satlantas) yang kebetulan tinggal di kontrakan yang berada di belakang kantor Bank Banten untuk mengamankan yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), karena dianggap mengganggu dan meresahkan pengunjung Bank Banten serta menjadi perhatian masyarakat yang sedang melintas yang mana ODGJ tersebut diisukan sebagai Penculik Anak yang saat ini sedang viral di masyarakat,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono kepada wartawan, Kamis (1/11/2018).

Melihat kondisi berpakaian lusuh dan luka lecet penuh bercak darah, lanjut Indra, anggota Satlantas membawa ODGJ tersebut ke Klinik Bougenvil Ciekek, Kecamatan Pandeglang, untuk dilakukan pemeriksaan.

“Ternyata ODGJ tersebut diketahui bernama Ruja’i (45) warga Kampung Pasir Angin, Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Pandeglang. Ketika dilakukan pemeriksaan oleh perawat Klinik Bougenvil, Rujai marah–marah dan berbicara tidak jelas (Melantur,red) kemudian orang tersebut kita bawa untuk diamankan ke Mapolsek Pandeglang Kota, dan anggota kita juga telah menghubungi pihak keluaraganya,” ujarnya.

Indra menambahkan, orang tersebut bukanlah penculik anak seperti yang beredar di masyarakat. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat Pandeglang, Jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu Hoax terkait penculikan anak.

“Di wilayah hukum Polres Pandeglang, sampai saat ini belum pernah ada kejadian penculikan anak. Namun demikian, masyarakat Pandeglang harus tetap waspada apabila ada hal-hal yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian dan saya menghimbau agar masyarakat Pandeglang tetap tenang dan tidak main hakim sendiri,” ungkapnya.

Sementara pihak keluarga, Simiyati kakak kandung dari Ruja’i menyampaikan, bahwa Ruja’i memiliki penyakit Epilepsi (Ayan, red) yang dideritanya sejak kecil atau bawaan lahir dan juga mengalami depresi.

“Memang saudara saya itu mengidap penyakit Epilepsi, bahkan dia depresi juga stres yang mengakibatkan saudra saya itu kadang sadar kadang tidak sadar,” katanya.

Menurutnya, saat itu pada Rabu (31/10) sekitar pukul 23.00 WIB, Ruja’i meninggalkan rumah untuk mencari isterinya yang telah meninggalkannya dengan alasan merasa takut melihat Ruja’i yang pada saat itu penyakitnya sedang kambuh. Namum setelah meninggalkan rumah dia tidak kembali lagi, kami keluarga mengetahui pada Kamis (1/11) bahwa saudara saya telah diamankan di Polsek Pandeglang kota.

“Kami sebagai keluarga mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah mengamankan saudara kami,” ucapnya.

Saat ini Ruja’i dalam penanganan Polsek Pandeglang Kota dan rencananya akan dikembalikan kepada pihak keluarga.(DHE)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: