Polres Pandeglang Bekuk Penyebar Ujaran Kebencian Melalui Medsos

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono saat mengekspose kasus ujaran kebencian melalui media sosial.

PANDEGLANG, BANPOS – Gara-gara menyebarkan ujaran kebencian melalui Media Sosial (Medsos), Polres Pandeglang, menetapkan AA sebagai tersangka, karena pelaku terbukti menyebarkan ujaran yang menimbulkan kebencian dari orang lain melalui akun facebook yang bukan miliknya. Akan tetapi ujaran kebencian tersebut disebarkan melalui akun facebook milik rekan kerjanya dengan nama akun Galuh Alrizky Setiawan.

“Motif pelaku menyebarkan ujaran kebencian distatus Facebook rekannya karena sakit hati. Pelaku merasa kerapkali dibohongi ditambah persaiangan usaha. Akhirnya dia bikin status seakan-akan itu Galuh yang menulis,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono saat pres rilis di Mapolres Pandeglang, Selasa (30/10).

Menurutnya, unggahan status yang mengandung keresahan bukan hanya satu, namun ada beberapa yang bahkan diantaranya merendahkan Tuhan. Meski begitu, polisi belum menemukan adanya motif penistaan agama.

“Ada beberapa status, yang utama bahwa dia membuat status yang menimbulkan kebencian dari orang yang membacanya. Sementara kami belum temukan adanya motif penistaan agama,” ujarnya.

Akibat perbuatannya tersebut, lanjut Indra, pelaku dikenakan Pasal 45 ayat 2 UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sementara itu pelaku AA, membenarkan bila perbuatan tersebut dilakukannya dengan alasan sakit hati. Tulisan distatus itu diunggah, agar masyarakat mengira bahwa itu adalah perbuatan rekannya.

“Saya bikin status seperti itu karena supaya Galuh dibenci sama orang, agar sakit hati saya terbalas,” katanya.

Menurut AA, dirinya membajak akun Facebook rekannya tersebut dari riwayat yang disimpan saat pertama kali membuat akun. Karena proses pembuatan akun tersebut melalui nomor telepon miliknya.

“Saya sadar perbuatan saya melanggar hukum, tetapi karena saya khilaf,” ujarnya.

Adapun pemilik akun Galuh mengaku, dirinya tidak menyangka rekan kerjanya akan melakukan perbuatan seperti itu. Sehingga dirinya sempat mengalami ancaman dari masyarakat tidak hanya dari wilayah Pandeglang, namun juga dari daerah lain.

“Bahkan sampai saat ini ancaman itu masih ada,” tuturnya.

Dengan dapat ditanganinya kasus ini, dirinya berharap masyarakat tidak lagi menuduhnya sebagai penyebar ujaran kebencian dan dapat memulihkan nama baiknya lantaran status itu bukanlah perbuatannya.

“Saya tidak ada dendam karena saat ini sudah ditangani polisi. Tetapi saya berharap nama baik saya dipulihkan lagi, karena itu bukan saya yang buat,” ucapnya.(DHE)

Caption Poto : Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono saat melakukan pres release.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: