Pemkab Serang Bertanggung Jawab Pendidikan Anak Korban Lion Air JT610

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah saat mengunjungi rumah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, di Perumahan Griya Cilegon, Kelurahan Arjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

SERANG, BANPOS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang siap bertanggung jawab atas pendidikan dari anak-anak dari Sahabudin warga Perumahan Griya Cilegon, Blok C3 nomor 13, RT 003, RW 003, Kelurahan Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pada saat berbincang dengan sang istri Sahabudin yakni, Ismayanti bahwa korban ini memiliki tiga orang anak yang masih harus dibiayai pendidikannya. Ia menitipkan kepada istri almarhum bahwa jangan sampai ketiga anaknya ini terganggu dan Pemkab Serang siap bertanggung jawab ketika diminta bantuannya.

“Tadi saya berbincang dengan istri dari Sahabudin, ada tiga puteranya yang masih mengenyam pendidikan, anak yang pertama laki-laki Angga (18) masih kelas XII SMA kan mau masuk perguruan tinggi ini harus lanjut, anak yang kedua, laki-laki juga Bintang (16) masih SMP, dan yang terakhir perempuan Nisa (6) baru mau masuk SD. Kami dari Pemda siap membantu, yang penting istrinya menjaga anak-anaknya bisa sekolah, karena yang utama adalah ada anaknya yang mau masuk perguruan tinggi dan SMP,” ujar Tatu saat melakukan kunjungan kerumah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, Rabu (31/10/2018).

Tatu menceritakan, saat kejadian nahas tersebut dirinya tengah berada di luar kota untuk mengikuti kegiatan Kementerian, namun dirinya sudah memerintahkan kepada para Camat untuk mengecek bahwa ada warganya yang menjadi korban.

“Kami secara pribadi dan mewakili Pemda Kabupaten Serang tentunya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya dan turut prihatin. Kita mendoakan semua, semoga yang meninggal diterima oleh Allah SWT, yang belum ditemukan segera ditemukan jenazahnya segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan oleh Allah SWT,” ujar Tatu.

Informasi dari keluarga, kata Tatu, saat ini jasad Sahabudin belum diketemukan, namun DNA untuk sample DNA sudah disimpan disana, namun Sahabudin belum ditemukan. “Yang lainnya pun dalam satu kantong jenazah itu campur-campur,” paparnya.(LIN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: