Puluhan Penghuni Kosan di Gerem Terjaring Operasi Yustisi

Petugas gabungan saat mendata penghuni kosan yang tidak memiliki keterangan domisili di wilayah Gerem.

CILEGON, BANPOS – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon bersama jajaran aparat Kecamatan Grogol dibantu TNI dan Polri, menggelar operasi yustisi. Sasarannya adalah para penghuni kontrakan dan kosan yang berada di wilayah Kecamatan Grogol.

Pantuan di lapangan, petugas gabungan memeriksa satu per satu identitas para penghuni kontrakan dan kosan di wilayah Kelurahan Gerem. Tidak hanya itu, petugas juga menyisir kosan-kosan elit yang ada Komplek Puri Krakatau Hijau, Arga Baja Pura, Kelurahan Kotasari serta kosan disamping Hotel Surabaya Ismi.

Kepala Seksi Penegakan Perda Dinas Satpol PP Kota Cilegon Chaerul Hasan mengatakan, operasi yustisi kali ini pihaknya mendapati puluhan penghuni kosan yang tidak memiliki keterangan domisili dan tidak memiliki identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Total semuanya ada 60 orang yang terjaring, rinciannya adalah 58 orang tidak memiliki keterangan domisili atau punya KTP tapi bukan KTP Cilegon. Sementara 2 orang lainnya itu tidak memiliki KTP sama sekali,” kata Chaerul kepada awak media, di Kecamatan Grogol, Selasa (30/10).

Chaerul mengungkapkan, 60 orang yang terjaring operasi yustisi tersebut langsung diarahkan ke kantor Kecamatan Grogol untuk didata.

“Selanjutnya kita bawa ke kantor Kecamatan Grogol, nanti mereka didata oleh pihak kecamatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid PPUD Satpol PP Cilegon, Sofan Maksudi, mengimbau kepada pemilik kontrakan dan kosan agar melapor ke RT setempat terkait jumlah penghuni kontrakan dan kosan.

“Sebelumnya tiga bulan kemarin kita lakukan razia seperti ini, hasilnya sekarang yang kena razia cuma dua orang yang tidak memiliki identitas, sisanya punya KTP tapi bukan KTP Cilegon. Alhamdulilah sekarang penghuni kontrakan sudah sadar pentingnya kartu identitas diri,” pungkasnya.(LUK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: