Guru Honorer Madrasah Juga Minta Diperhatikan

MALINGPING, BANPOS – Sejumlah guru honorer Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Malingping minta pemerintah memperhatikan kesejahteraannya. Pasalnya, tidak sedikit guru honorer yang sudah mengabdi hingga puluhan tahun belum juga diangkat menjadi ASN.

Sumin, Wakil kepala Madrasah MI Al-Ishlah, yang berada di Kampung Sukamulang Desa Sukaraja Kecamatan Malingping, mengungkap kegundahan para guru honor dan merasa tidak dapat berbuat banyak,

“Tolong kepada pemerintah agar kesejahteraan para guru terutama guru honor, disini ada 12 guru honor termasuk saya yang sudah 20 tahun mengabdi, bahkan ada guru honor yang sudah hampir 35 tahun mengabdi sampai sekarang masih honor juga,” ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan sistem Biaya Operasional Sekolah (BOS) saat ini semakin membuat terpuruk sekolah dan para guru honor,

“Keberadaan BOS saat ini per triwulan saja sudah repot, ini membuat terpuruk dan sering pengeluaran kegiatan sekolah kami banyak berhutang karena kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan, sehingga honornya pun kadang alakadarnya,” keluhnya.

Menurutnya, dirinya merasa tidak dapat berbuat banyak dikarenakan sistem tersebut sudah menjadi aturan.

“Ya saya cuma orang kecil, gimana yang di atas, yang namanya sudah aturan pasti kami ikuti. Kalau harapan sih sistem agar dirubah agar pro ke honorer

Sementara Suja’i dan Alan yang merupakan guru honor di sekolah tersebut membenarkan keluh kesah yang mereka rasakan.

“Ya betul itu, contoh kemarin ada kegiatan Pramuka, mau nggak mau walau biayanya belum ada tetapi kegiatan harus tetap berjalan. Artinya, gaji yang alakadarnya pun sering lama cairnya, sedangkan pengeluaran rumah tangga pasti setiap hari,” ujarnya.(WDO)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: