GMNI Kritisi Kepemimpinan Irna-Tanto

GMNI Pandeglang, saat melakukan aksi unjuk rasa didepan gedung Setda Pandeglang.

PANDEGLANG,BANPOS – Peringati hari Sumpah Pemuda yang ke-90, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Pandeglang, melakukan aksi unjuk rasa didepan gedung Sekertariat Daerah (Setda) Pandeglang, Senin (29/10/2018).

Dalam aksinya, mahasiswa mengkritisi kepemimpinan pasangan Irna-Tanto yang jauh dari visi, misinya dengan melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan buruknya infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan dan pertanian.

Sekjen GMNI Pandeglang, TB Affandi mengatakan, melihat kondisi pendidikan, kesehatan, pertanian, perekonomian dan infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat, hingga saat ini masih belum merata dan banyak program untuk rakyat tidak dilaksanakan.

“Dijaman Irna-Tanto, kami melihat masih belum meratanya pembangunan. Banyak program yang tak bersentuhan langsung dengan masyarakat, masih banyaknya kasus gizi buruk, anak-anak sekolah yang ekonominya menengah kebawah tidak diperhatikan dan kesejahteraan petani juga tidak diperhatikan,” kata TB Affandi usai melakukan aksi unjuk rasa, Senin (29/10/2018).

Menurut dia, pihaknya juga menagih janji politik pasangan Irna-Tanto yang akan meluncurkan program untuk kepentingan masyarakat miskin dibidang keshatan dan pendidikan.

“Mana janji politik Irna-Tanto yang akan menerbitkan kartu berkah untuk menanggulangi kesehatan orang miskin. Sampai saat ini program itu hanya ucapan belaka saja, karena pada kenyataannya program tersebut tidak jelas. Kami juga mendesak bupati agar segera menuntaskan percepatan pembangunan, karena hingga kini pembangunannya sangat lambat,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut TB Affandi, pasangan Irna-Tanto harus segera melakukan evaluasi kinerja seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar semua program yang tidak bersentuhan kepada masyarakat dihapuskan.

“Pada peringatan hari sumpah pemuda ini, kami mendesak Pemkab Pandeglang agar memiliki semangat pemuda. Sehingga program kinerjanya harus sejalan dengan apa yang dicita-citakan bangsa ini. Bupati segera mengevaluasi visi misinya dan kinerja jajarannya,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Pery Hasanudin membantah, jika pihaknya tidak pernah melakukan evaluasi terhadap kinerja para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Pandeglang. Bahkan setiap hari Senin selalu melakukan evaluasi dan dinilai kinerja Kepala OPD sudah baik.

“Silahkan mengkritik dan saya setuju, tapi harus objektif. Yang saya ketahui kinerja OPD sudah maksimal dan kami punya catatan karena setiap hari Senin melakukan evaluasi bersama ibu Bupati,” ujarnya.(DHE)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: