Retribusi Parkir Kota Serang Mengkhawatirkan, Dituding Salah Kelola

Ilustrasi parker di kota Serang.

SERANG , BANPOS – Dari target Rp 1,3 miliar, capaian retribusi parkir Kota Serang sampai dengan September hanya baru tercapai 30 persen atau Rp 300 juta. Pihak Dishub Kota Serang juga pesimis sampai akhir tahun bisa mencapai target.

Kepala UPT Parkir Dishub Kota Serang Ahmad Yani mengatakan, dari hasil rekapan sampai September, memang capai retribusi parkir masih jauh dari target. Ia juga mengaku, disisa waktu kurang lebih 2 bulan ini kemungkinan tidak akan tercapai.

“Yang Oktober belum masuk rekapanya, jadi yang baru sampai September dan capaiannya baru 30 persen,” ungkap Yani, Senin (29/10/2018).

Setiap tahunnya target retribusi parkir ini tak pernah tercapai, akan tetapi targetnya selalu dinaikan. Ditambah pada tahun ini yang capaianya masih rendah, disebabkan di beberapa titik lahan parkir jalan nasional tengah dilakukan rehab drainase. Jika mengandalkan titik parkir jalan otonom jalan kewenangan kota ceci.

“Di Kota Serang kan ada 3 kewenangan jalan, jalan nasional, provinsi, dan kota, di beberapa titik jalan provinsi sekarang lagi dilakukan perbaikan drainasenya, ini berpengaruh pada retribusi parkir,” katanya.

Ada, beberapa titik parkir yang berbenturan pengelolaannya dilakukan warga sekitar, dan retribusi yang disetor oleh juru parkir (Jukir) juga tak semuanya masuk ke khas daerah, melainkan hanya sebagian sisa potongan dari jukir untuk menafkahi keluarganya.

“Kita hanya mengambil beberapa persen saja dari jukir, dan kita juga memaklumi hal itu karena para jukir ini tidak kita berikan honor,” katanya.

Titik parkir di bahu jalan sendiri ada 100, dan yang paling besar hanya di titik parkir Pasar Lama, Royal dan Rau. Tiga titik ini yang jadi lumbung retribusi parkir, sedangkan sisanya hanya penunjang saja.

“Kedepan kita ingin pengelolaan parkir ini dikembalikan seperi sebelumnya, yakni diserahkan ke pihak ketiga pengelolaannya. Tinggal nanti kita lakukan kajian berapa potensi retribusi parkir, dan dibuat MoU dengan pihak ketiga berapa yang harus disetor oleh pihak ketiga dalam sebulan dan terget setahun berapa,” katanya.

Sampai akhir tahun ini pihaknya menginginkan capaiannya 50 persen, atau diangka Rp 400-Rp500 juta.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Serang Iif Fariudin mengatakan, menyayangkan capai retrubusi parkir yang masih sangat rendah. Ia menilai, masih rendahnya capai ini kemungkinan ada menajemen yang salah dan kurang memanfaatkan potensi yang ada.

“Ini sudah memasuki triwulan ketiga, capaiannya baru 30 persen, berarti ini ada yang salah dalam pengelolaanya, dan saya pesimis sampai akhir tahun bisa tercapai 100 persen,” katanya.

Padahal kata politisi PAN ini, penentuan target didasarkan atas usulan Dishub juga yang dibahas dan disepakati bersama dewan, tapi kenapa setiap tahunya target yang sudah disepakati tidak pernah tercapai. (PBN/AZM)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: