KPU Lebak Temukan 15 Ribu Pemilih Siluman

Apipi Albantani.

RANGKASBITUNG, BANPOS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak menemukan adanya data pemilih ‘siluman’ dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di wilayahnya. Tak tanggung-tanggung, jumlah pemilih tak dikenal itu mencapai 15.000 pemilih.

Anggota KPU Lebak, Apipi Albantani, mengatakan, berdasar informasi dari Dirjen Dukcapil Kemendagri, pihak KPU Lebak melakukan penelusuran data pemilih. Hasilnya, KPU menemukan sekitar 15 ribu pemilih di Lebak yang tidak dikenal.

“Tidak dikenal karena, nama pemilih tidak dikenal, dari tingkat desa hingga RT dan RW-nya,” kata Apipi, usai acara rapat koordinasi persiapan penyusunan DPTHP-2 pada pemilihan umum 2019 yang bertempat di Aula Kantor KPU setempat, Senin (29/10/2018).

Selain soal pemilih siluman, Apipi juga memprediksi ada 50 ribu pemilih di Lebak berpotensi tidak dapat memberikan hak suaranya dalam Pemilu 2019 mendatang. Mereka disebut belum masuk dalam DPT.

Menurut informasi dari Dirjen Dukcapil Kemendagri, lanjut Apipi, ada sekitar 31 juta pemilih yang terdaftar dalam DPTHP kementerian tidak masuk dalam DPT. Dari 31 juta tersebut Kabupaten Lebak sendiri terdapat 105 ribu pemilih yang tidak masuk DPT.

“Namun setelah kita cermati di Lebak hanya 50 ribu pemilih yang berpotensi hilang hak suaranya, karena belum masuk dalam DPT,” kata mantan wartawan itu.

“Data diatas tersebut merupakan data dari Dirjen Dukcapil Kemendagri, kita hanya menemukan yang 50 ribu pemilih yang berpotensi tidak dapat memilih,” ujarnya.

Lanjut Apipi, pihaknya belum bisa memastikan apakah temuan 50 ribu pemilih ini bisa masuk dalam DPT atau tidak, karena pihaknya menunggu hasil rakornas KPU RI.

“Jika KPU RI memerintahkan kita untuk dimasukan maka akan kita masukan jika tidak kita tidak akan masukan, untuk itu kita masih menunggu hasil rakornas KPU RI,” terangnya.

Isbath Bahtiar, politisi dari Partai Gerindra menyatakan, pihaknya menyayangkan adanya temuan 50 ribu pemilih yang berpotensi tidak mencoblos akibat dari tidak masuk dalam DPT

“Kami mendorong agar temuan 50 pemilih yang belum masuk pada DPT agar dimasukan, karena ini suatu kerugian bagi kita semua,” ucap Isbath.

Namun, pihaknya meminta juga agar data yang meragukan dan tidak dikatahui asal usulnya secepatnya dimusnahkan. Agar tidak disalahgunakan oleh oknum.

“Sebanyak 15 ribu pemilih di Lebak merupakan pemilih siluman dan harus dihapus agar tidak lagi masuk pada DPT,” ungkapnya.(FAD)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: