Enam Perwakilan HIPMI di Banten Berikan Mosi Tidak Percaya

Enam perwakilan BPC HIPMI di Banten usai menemui BPP HIPMI.

SERANG, BANPOS – Sebanyak enam perwakilan ketua dan sekretaris umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) temui Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Senin (29/10/2018). Mereka menyampaikan mosi tidak percaya atas Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Banten Ahmad Dedi Muhdi.

Usai diterima langsung Ketua BPP HIPMI, Anggawira Ketum BPC Pandeglang Ahmad Solehudin Ishaq mengatakan pada dasarnya ini adalah murni gerakan teman-teman BPC Hipmi se-Banten.

“Tidak ada yg menunggangi namun ini adalah bentuk kepeduliaan terhadap HIPMI Banten. Yang mana kami perhatikan, kepengurusan Hipmi Banten saat ini sudah tidak lagi mengindahkan etika ber-HIPMI. Dari awalnya saja sudah tidak baik dalam komitmen, mau dibawa kemana Hipmi Banten kalau cara berorganisasi penuh dengan tricky seperti itu.” Kata Ishaq usai menyerahkan berkas kepada BPP HIPMI.

Ishaq berharap forum ketua umum BPC Hipmi se-Banten semata-mata hanya ingin mengembalikan Hipmi Banten menjadi organisasi himpunan yang mengedepankan kekeluargaan dan professional.

Menurut Ishaq, enam BPC HIPMI aktif di Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Banten (BPD HIPMI BANTEN), dengan ini sepakat menyatakan mencabut mandat Ahmad Dedi Muhdi sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Banten.

“Meminta BPP HIPMI untuk menunjuk carateker BPD HIPMI Banten untuk mempersiapkan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) BPD HIPMI Banten dalam waktu sesegera mungkin guna mengembalikan marwah BPD HIPMI Banten,” tegasnya.

Banyak persoalan organisasi yang seakan diabaikan oleh pengurus BPD HIPMI Banten pada saat itu, yang mana pada proses pelaksanaan Musda terjadi dinamika sehingga terjadilah deadlock.

Akibat deadlock, terbentuk Forum Ketum BPC, berbagai dinamika dibahas dalam Forum Ketum BPC, diantaranya adalah mempertanyakan keabsahan proses pendaftaran bakal calon ketum Balon Ketum, dimana telah terjadi pemalsuan tanda tangan SC Musda yaitu Iwan N.

Kurniawan sehingga Peserta Musda mempertanyatakan keabsahan keputusan SC dalam meloloskan Balon Ketum menjadi Calon Ketum.

“Bahwa telah terjadi penyimpangan proses pembuatan KTA (KTA gate) di seluruh BPC HIPMI Banten dan Caketum Dedi Muhdi siap untuk menyelesaikan dalam waktu singkat setelah Musda,” tandasnya. (PBN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: