Warga Ancam Hentikan Paksa Penambangan Gunung Gede

Suasana rapat konsolidasi gerakan warga menolak perluasan pertambang di wilayah regiaonal Gunung Gede, Kamis (25/10/2018).

CILEGON, BANPOS – Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Wong Banten menolak perluasan pertambangan di wilayah regional Gunung Gede dan Gunung Merdeka yang berlokasi di Puloampel dan Bojonegara.

Polemik tersebut masih berlanjut antara warga Puloampel – Bojonegara dengan PT. Alfa Granitama, terkait rencana perluasan penambangan perusahaan tersebut ke kawasan Gunung Gede dan Merdeka.

Warga masih belum yakin, PT. Afa Granitama melaksanakan komitmen untuk tidak melakukan perluasan penambangan ke wilayah Gunung Gede, karena sampai kini pimpinan tertinggi perusahaan belum mengklarifikasi ke masyarakat langsung. Sebelumnya penyampaian tidak memperluas penambangan hanya dilakukan perwakilan perusahaan atas nama Salahudin pada pertemuan dan klarifikasi media, di Sekretariat LSM Gappura Banten, Minggu (14/10/2018) lalu.

Hingga kini warga masih menunggu ketegasan PT. Alfa Granitama untuk tidak memperluas penambangan ke wilayah Gunung Gede dan Gunung Merdeka, yang disampaikan pimpinan tertinggi perusahaan atau Direktur Utama perusahaan.

Gerakan masyarakat ini melakukan Rapat Konsolidasi Internal untuk melakukan gerakan pola pikir, pola gerak dan pola tindak platform penolakan pertambangan, Kamis (25/10/2018) sore.

Penggiat gerakan ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat di Banten Utara, diantaranya Masyarakat Puloampel dan Bojonegara, LSM Gapura Banten, IKMBP Kukus Serang Raya, Riung Hijau, TSK SKRC Kemensos Kecamatan Bojonegara, Karang Taruna Desa Sumuranja, Karang Taruna Puloampel, DPD PPSBB Kabupaten Serang dan BPPKB Jombang Cilegon.

Setiap elemen masyarakat tersebut silih berganti menyampaikan pandangannya dalam upaya menyatukan persepsi gerakan dalam menolak perluasan pertambangan yang tengah dilakukan oleh PT Alfa Granitama.

“Kita sudah membuat petisi penolakan yang ditandatangani oleh ribuan warga Puloampel dan Bojonegara, kita akan bawa ke Gubernur Banten, dan kalau tidak mampu juga kita akan ke Kementerian ESDM hingga presiden. Langkah ini kita tempuh karena kita menghormati pemerintah selaku pemangku kebijakan. Dan kalau ini juga mentah, kita masyarakat akan melakukan aksi Iangsung di lokasi tambang dan menghentikan paksa,” kata tokoh masyarakat setempat, Yani Suflyani.

Begitu juga yang disampaikan salah satu aktivis muda asal Puloampel, Boni yang mengutarakan pandangannya, agar Gunung Gede dan Gunung Merdeka yang menjadi ‘paru-paru’ Banten Utara, serta memiliki nilai historis yang sakral, tidak Iagi ’diperkosa’ oleh kepentingan bisnis.

“Ini amanah leluhur agar kita melestarikan dan menjaga Gunung Gede dan Merdeka, menjaga lingkungan tidak rusak. Sebab kalau ini tidak dilakukan kita bisa kualat. Dalam gerakan ini kita murni Lillahi Ta’ala,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LSM Gappura Banten Husen Saidan mengatakan belum yakin pada perusahaan yang akan menghentikan pertambangan tersebut.

“Kami belum yakin karena mereka baru menyampaikan pada pihak manajemennya, akhirnya kami menemui direktur utamanya. Kepada pihak PT. Alfa Granitama harus segera melakukan klarifikasi, kami akan kawal klarifikasi dan sosialisasi ulang dari PT. Alfa Granitama,” tegas Husen.

Dikatakan Husen jika perusahaan masih melakukan aktivitas penambangan maka pihaknya tidak segan melakukan penghentian paksa bahkan perlawanan. “Ini sesuai amanat undang – undang bahwa masyarakat berwenang melakukan itu (penghentian-red),” terangnya.

Sementara, Ketua Pelaksana Kegiatan Ahmad Faidilah, mengatakan Tim Advokasi Penyelamatan Gunung Gede dan Merdeka Puloampel Bojonegara, bahwa pointer pertemuan dan klarifikasi media oleh PT. Alfa Granitama sebelumnya, adalah wanprestasi atau tidak sesuai kesepakatan, dan secara nyata telah mencederai gerakan menolak penambangan di wilayah regional Gunung Gede dan Merdeka.

“Bahwa gerakan yang kami lakukan secara legal administrasi. Dan aksi masa yang akan dilaksanakan secara menyeluruh dan tuntas sampai dengan pemerintahan pusat dan pihak-pihak terkait lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan dalam pertemuan juga disepakati rencana kerja tindak lanjut (RKTL) gerakan menolak penambangan di wilayah regional Gunung Gede.

“Sepenuhnya gerakan ini didukung seluruh peserta rapat yang hadir pada hari ini, dan akan kami lakukan secara berkesinambungan,” tandasnya.(LUK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: