Ada Perusahaan Enggan Bayar Zakat, Target Baznas Meleset

SERANG, BANPOS – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang, Wardi Muslich mengungkapkan target penerimaan zakat pada tahun ini belum mencapai target yang ditetapkan. Salah satu kendalanya adalah melesetnya target penerimaan zakat dari sektor pelaku industri di Kabupaten Serang.

“Sekarang ini kan (Penerimaan zakat, red) baru Rp 8,6 miliar, sementara targetnya tahun ini penerimaan zakat bisa mencapai Rp 12,8 miliar. Belum tercapai, tapi akan dikejar sampai dengan bulan Desember,” jelas Wardi seusai menghadiri Milad ke-18 Baznas Kabupaten Serang, Kamis (24/10/2018).

Dikatakan Wardi, awalnya peningkatan target pajak diproyeksikan untuk peningkatan zakat bagi para pelaku industri di Kabupaten Serang. Namun, kondisinya tidak sesuai harapan karena masih ada industri yang zakatnya tidak masuk sama sekali.

“Banyak indusri yang tidak penuh, bahkan ada yang tidak sama sekali. Sekolah-sekolah juga ada tidak masuk,” katanya

Dari sejumlah industri yang ada di Kabupaten Serang, sambung Wardi, salah satu yang tidak memberikan kontribusi zakat adalah PT Nikomas Gemilang. Menurut Wardi, alasan PT Nikomas tidak memberikan kontribusi zakat adalah karena tidak mendapat izin dari pimpinan perusahaan.

“Ada dua (perusahaan yang tidak memberikan kontribusi zakat, red) PT Nikomas dan satu laginya saya lupa, tapi Nikomas juga saat ini tidak masuk, dengan beralasan tidak diijinkan oleh bos. Saya meminta kepada industri agar membentuk DKM Masjid,” ujarnya.

Dengan akan adanya dilakukan revisi perda pengelolaan zakat, Wardi berharap agar segi komunikasi antara Baznas dengan pemberi zakat bisa lebih kuat. Selain itu, revisi perda bisa bersifat lebih mengikat, sehingga bisa lebih menekan perusahaan untuk pembayaran zakat.

“Perda yang lama kan sudah kadaluwarsa, UU sudah dihapus diganti dengan baru. Harapannya bisa lebih mengikat lagi, sehingga ada alat untuk menekan,” tandasnya. (LIN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: