Tersangka Korupsi Bibit Kakao Ditahan, dan Terancam Dipecat

Indra Evo Kurniawan saat memasuki rutan Rangkasbitung.

RANGKASBITUNG, BANPOS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak akhirnya menahan dua tersangka kasus korupsi pengadaan bibit kakao (Coklat) tahun 2016 yakni mantan kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun), Kosim dan bendaharanya Indra Evo Kurniawan (Evo) di rutan Rangkasbitung, Senin (22/10). Keduanya dimasukkan dalam tahanan setelah dinyatakan sehat dalam pemeriksaan kesehatan di RSUD Adjidarmo.

Kasi Pidsus Kejari Lebak, Dodi Wiratmadja menyatakan, keduanya ditahan dikarenakan telah melakukan tindak pidana korupsi dimana timbul kerugian negara sebesar Rp 700 juta dari anggaran APBD Lebak dan APBN.

“Sebelum dilakukan penahanan, kita pastikan dulu kesehatannya dengan dilakukan pemeriksaan di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung,” kata Dodi Wiratmadja Kasi Pidsus Kejari Lebak singkat.

Pengacara tersangka, Acep Saepudin mengaku, sejauh ini dua kliennya sudah bersikap kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Hari ini sebenarnya kita sudah minta izin untuk cek kesehatan di dokter spesialis penyakit dalam, kita minta penahanan ditunda minggu depan,” ucap Acep.

Acep menjelaskan, saat ini dua kliennya hanya megikuti pemeriksaan fisik saja, dimana satu hari sebelumnya sudah melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit Misi yang selanjutnya harus dirujuk ke dokter spesialis dalam.

“Kami minta keadilan, kami minta semua yang terima aliran dana supaya di proses secara hukum,” ucapnya.

Sementara itu, Indra Evo Kurniawan yang saat ini menjabat sebagai Aparatur sipil Negara (ASN) di Bappeda Lebak yang terancam hukuman kurungan penjara 1 hingga 20 tahun, saat ini dalam proses pemberhentian dari PNS-nya. Sedangkan Kosim, saat ini dia statusnya sudah pensiun dari PNS sejak tiga bulan kebelakang.

“Baru mau diproses pemberhentian sementara sebagai PNS-nya,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Data Informasi BKPP Lebak Fuad Lutfi, Selasa (23/10).

Menurutnya, sesuai peraturan sebelum incrah pengadilan PNS yang terlibat tindak pidana akan diberhentikan sementara agar fokus menghadapi hukum.

“Setelah inkrah baru bisa ditetapkan,” katanya.(FAD)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: