Longsor Tak Kunjung Ditangani, Warga Salahaur Resah

Kondisi longsor mengancam perumahan warga Salahaur.

RANGKASBITUNG, BANPOS – Sejumlah masyarakat Kampung Salahaur, Kelurahan Muara Ciujung Timur (MC Timur) Kecamatan Rangkasbitung geram karena tidak adanya penanganan longsor di bantaran sungai Ciujung. Padahal longsor yang terjadi mengancam perumahan warga. Dan sudah mengikis jalan lingkungan setempat.

Asep Anwar, Warga setempat mengatakan, kondisi longsor bantaran sungai di kampungnya berlangsung sudah cukup lama dan sama sekali tidak ada penanganan dari pemerintah. Padahal, kondisi tersebut sudah dilaporkan beberapa kali ke pihak kelurahan.

“Sampai saat ini longsor tersebut sama sekali belum ditangani oleh pemerintah, padahal kondisinya sudah mengancam perumahan warga,” kata Asep Anwar, kepada BANPOS, Selasa (23/10/2018).

Karena tidak kunjung ditangani, lanjut Asep Anwar, sejumlah warga berinisiatif melakukan pencegahan longsor meluas. Yakni dengan swadaya membeli bambu untuk tiang pancang penahan longsor, namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena material yang hanya seadanya.

“Saat ini kami was-was, karena takut tiba-tiba longsor lagi,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini dia dan sejumlah warga berusaha meminta bantuan ke BPBD Lebak, karena lembaga tersebut merupakan lembaga pemrintahan yang menangani kebencanaan.

“Saya berharap setelah mendatangi BPBD ada solusi dalam menangani longsor yang saat ini sudah mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala pelaksana BPBD Lebak Kaprawi menyatakan, terkait longsor bantaran Sungai Ciujung di Kampung Salahaur penanganannya berada di Balai besar Provinsi Banten.

“Kita akan coba bantu koordinasikan dengan pihak balai besar, agar cepat ditangani,” ucapnya.(FAD)

Caption. Kondisi longsor mengancam perumahan warga Salahaur.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: