Ada 18 Pejabat Pemkab Serang Belum Laporkan LHKPN, Termasuk Tatu

Entus Mahmud.

SERANG, BANPOS – Perubahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari manual ke online, belum diikuti seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Serang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Tb Entus Mahmud mengatakan bahwa, ada sebanyak 18 orang pejabat yang belum melakukan LHKPN, termasuk Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah. Oleh karena itu, dengan perubahan ini BKPSDM akan memandu pembaharuan LHKPN tersebut.

“Mengenai LHKPN pejabat esselon dua itu ada 18 orang belum meng-update, bukan tidak melaporkan data Tahun 2017. Oleh karena itu kita harapkan, karena sudah sistem online akan dipandu oleh BKPSDM untuk mengupdate LHKPN mereka. Kita harapkan semuanya, kecuali yang mau pensiun tidak perlu,” ujar Entus kepada awak media, Selasa (23/10/2018).

Ia berharap, semuanya untuk segera mengupdate datanya masing-masing. Termasuk himbauan kepada anggota DPRD Kabupaten Serang, karena hal ini diminta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Untuk Dewan juga laporkan LHKPN terakhirnya,” katanya

Lanjut Entus, batas waktu pembaharuan LHKPN sendiri sampai bulan Desember. Dikatakan Entus, hal ini harus secepatnya, karena intinya setiap tahun harus meng-update LHKPN masing-masing. “Kalau tidak sempat mungkin untuk 2017, 2018 maksimal di bulan Februari sudah dilakukan,” jelasnya

Sedangkan kendala kemarin, kata Sekda, memang ada kesulitan dalam mengisi format-formatnya, namun sekarang pihaknya menyediakan klinik LHKPN. “Kita ada teman-teman yang bisa meng-guide apa yang perlu dimasukan dalam LHKPN tersebut,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menambahkan bahwa, LHKPN ini ada perubahan dengan tahun lalu, dimana KPK meminta laporan dengan sistem online yang sebelumnya manual.

“Jadi ada semacam data yang diminta lagi, yang saya misalnya minta data tahun 2010. Jadi harus mendata lagi, ini butuh waktu, tapi secepatnya akan diselesaikan. Tadi banyak yang belum melakukan pendataan ulang termasuk saya. Harus segera melakukan, karena data-data aset nya jadi ditarik lagi ke tahun 2010, ada aset yang dijual, dijualnya kapan, kepada siapa, perlu membuka lagi administrasinya. Insya Allah beres,” ujar Tatu. (LIN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: