Polres Cilegon Akan Buru Komunitas LGBT

CILEGON, BANPOS – Maraknya kabar yang beredar terkait komunitas LGBT di Kota Cilegon, Polres Cilegon menyatakan akan menelusuri keberadaan komunitas gay atau lelaki suka lelaki (LSL) Kota Cilegon di media sosial (medsos). Dalam akun dengan nama Gay Kota Cilegon, jumlah pengikutnya 740 orang.

Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso memastikan akan melakukan penelusuran terhadap pemilik akun medsos facebook Gay Cilegon. Hal tersebut sebagai respons atas keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terkait adanya komunitas seks menyimpang itu di Kota Baja.

“Kami akan mendorong apa yang menjadi keinginan Pak Plt (Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi, red). Kami sudah menginstruksikan kepada unit reskrim untuk menelusuri siapa sebenarnya pemilik alamat (akun, red) Facebooknya,” katanya kepada awak media belum lama ini.

Dikatakan, Rizki kepolisian juga sedang mencari pasal yang bisa dikenakan terhadap aktivitas atau keberadaan gay di medsos tersebut, termasuk juga terhadap pemilik akun facebooknya.

“Sebenarnya tugasnya ada di pemerintah untuk bisa melakukan pemblokiran. Namun, kami berupaya juga mencari apa yang bisa dijerat dari hal tersebut. Sebab, secara moral, agama dan sosial, jelas hal tersebut melanggar aturan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan disamping menelusuri keberadaan pemilik akun tersebut, kepolisian juga akan melakukan pemantauan lapangan terkait dengan adanya komunitas gay yang sering mengadakan pertemuan di beberapa tempat.

“Kami akan memantau terus keberadaanya. Hasilnya apa, nanti ada setelah adanya penelusuran dari beberapa tim,” ungkapnya.

Sebelumnya, Plt Walikota Cilegon, Edi Ariyadi berjanji, akan menindaklanjuti pemberitaan soal adanya komunitas LGBT di Kota Cilegon. Ia menilai, bahwa LGBT menjadi salah satu penyebab peristiwa bencana alam kerap terjadi.

“Memang itu jadi perhatian kami. Saya akan berkoordinasi dan minta datanya kepada P3KC, BNN. Saya pengen data yang benar yang lengkap yang mana LGBT, karena di-WA juga sudah marak,” tutur Edi kepada awak media, usai meninjau kegiatan TMMD ke-103, kemarin.

Ia menilai, bahwa LGBT menjadi salah satu penyebab peristiwa bencana alam kerap terjadi.
“Jadi peristiwa-peristiwa alam yang murka dan sebagainya, di antaranya karena LGBT. Kita basmi aja LGBT di Cilegon itu,” tegas Plt.

“Saya juga heran kenapa jantan sama jantan mau, kerbau sama kambing juga ngga mau, eh kenapa orang mau yah?” tanya Edi.(*LUK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: