Kena ‘Teror’ Peluru Nyasar, Vivi Jayabaya Trauma

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Vivi Sumantri Jayabaya saat menunjukan foto dinding ruang kerjanya tertembus peluru ditelephon genggamnya kepada awak media, Kamis (18/10/2018).

CILEGON, BANPOS – Dugaan penembakan yang meneror gedung DPR kembali terjadi. Kali ini peluru dari penembakan itu menyasar ke ruangan nomor 1008 lantai 10 gedung DPR ditempati oleh anggota Fraksi Partai Demokrat asal Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Vivi Sumantri Jayabaya.

Kepada awak media, Vivi mengatakan, pada Selasa (16/10/18) dirinya dari pagi tidak berada di ruangan. Namun, saat kembali keruangan pada sore harinya, ia mendapatkan laporan dari staff terkait dugaan penembakan itu.

“Pas habis shalat Maghrib kemarin staff saya bilang kalau ada peluru nyasar di dinding ruangan. Tapi setelah di cek lagi ternyata benar itu lubang bekas peluru. Tapi kita tidak melihat kesamping lemari tempat peluru yang tertancap,” ujarnya usai menghadiri Konsolidasi dan Bimtek caleg Demokrat Banten, di hotel The Royal Krakatau, Kamis (18/10).

Terkait dengan adanya peluru yang tertancap di sisi lemari di ruangannya itu, Vivi mengatakan jika awalnya dirinya belum melihat ada peluru tersebut. Ia mengatakan baru melihat ada sebuah lubang di dinding yang dilapisi walpaper.

“Jadi kemarin kita belum melihat ada peluru itu. Baru lihat lubang yang ada di dinding. Nah, kemarin siang baru kita lihat ada sebuah peluru yang tertancap di lemari,” terangnya.

“Yang melihat peluru itu awalnya staff saya kemarin sekitar pukul 09.00 WIB. Baru kita laporin ke Pamdal dan pihak kepolisian,” imbuhnya.

Lebih lanjut Vivi Sumantri Jayabaya, meminta agar Lapangan Tembak yang berada 300 meter dari Kawasan DPR agar segera ditutup. Vivi Jayabaya mengaku kaget ketika pada Rabu pagi peluru nyasar hinggap di ruang kerjanya di ruang 1008 dan menyisakan jejak peluru.

“Ini tembus ruang kerja saya. Saya minta agar lapangan tembak yang jaraknya 300 meter dari Kawasan DPR agar segera ditutup,” kata Vivi.

Vivi mengaku keselamatan jiwanya terancam dengan adanya lapangan tembak yang jaraknya dekat dengan Gedung DPR. Apalagi sudah tiga kali kejadian peluru nyasar masuk ke ruang kerja anggota DPR.

“Saya kaget, trauma, takut. Dan jiwa saya terancam. Kata Pihak kepolisian pelurunya sama kaya peluru yang waktu hari Senin itu,” tegasnya.(LUK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: