Terlibat Pengeroyokan, 8 Siswa SMK 1 Malingping Diamankan

Gedung SMKN 1 Malingping.

MALINGPING, BANPOS – Sebanyak delapan orang siswa SMKN 1 Malingping diamankan jajaran Mapolsek Malingping. Mereka diduga terlibat pengeroyokan terhadap salah seorang siswa SMKN 1 Bayah yang terjadi beberapa hari lalu.

Dalam keterangannya, Kanit Reskrim Polsek Malingping, Ipda Aminarto menutur kronologis kejadian terjadi pada hari Sabtu (13/10) lalu di Jalan Baru depan SMKN 1 Malingping. Awalnya ada tiga orang siswa SMKN 1 Bayah bertemu dengan 20 orang siswa SMKN 1 Malingping di kawasan Cihara, lalu ketiga siswa tersebut dibawa ke Jalan Baru depan SMKN 1 Malingping.

“Di situlah terjadi pengeroyokan kepada salah satu korban yang berinisial (AB) warga Bayah yang juga pelajar SMKN 1 Bayah ” ujar Kanit Reskrim.

Aminarto juga mengatakan, pihak korban akan dimediasi oleh pihak terduga pelaku beserta para orangtua serta dengan kedua pihak sekolah.

“Nanti rencananya akan mediasi dan musyawarah oleh pihak-pihak yang bersangkutan, semoga saja dapat diselesaikan. Memang ada beberapa yang dibawah umur pikirannya masih remaja dan labil, masa depan mereka masih panjang,” terang Aminarto.

Sementara pihak SMKN 1 Malingping yang diwakili Guru BP, Iyas Sumiati menjelaskan, pihaknya belum dapat memberi komentar lebih lanjut dikarenakan menunggu proses mediasi.

“Saat ini kami masih menunggu proses mediasi yang rencananya besok akan dilakukan bersama pihak SMKN 1 Bayah, apa yang akan kami lakukan ya tergantung hasil mediasi nanti, setelah itu kami akan rapatkan dengan guru-guru bidang lainnya untuk melakukan langkah, karena kita juga ada SOP dan skorsing siswa,” ujar Iyas yang didampingi Iwan Setiawan, Pembina OSIS SMKN 1 Malingping.

Iwan menambahkan, kejadian tersebut diluar kegiatan belajar mengajar (KBM), selain itu siswa yang terduga itu juga kurang perhatian dari orangtuanya

“Sebenarnya kejadian diluar KBM karena libur pada hari Sabtu, ya tetapi kami sebagai pihak sekolah akan tetap ikut proses, selain itu kami harap agar para orang tua siswa memberi perhatian lebih kepada anak, karena kami tidak selama 24 jam bersama siswa. Dan akan lebih bagus bila orangtua sering komunikasi dengan guru, jadi bila ada informasi akan cepat sampai dan cepat kami ditanggulangi,” katanya.(WDO)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: