KPU Buka Posko GMHP Secara Serentak

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Suja’i dan komisioner KPU saat melakukan jumpa pers.

PANDEGLANG,BANPOS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang membuka posko layanan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) secara serentak dibeberapa pusat keramaian dan pelayanan publik seperti pasar, rumah sakit, Polres, desa dan kelurahan yang ada di Pandeglang.

Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Suja’i mengatakan, pembukaan Posko GMHP secara serentak bertujuan untuk memastikan masyarakat agar terdaftar sebagai pemilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Selain itu, agar tidak ada lagi daftar pemilih ganda bagi masyarakat yang telah terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebagaimana yang telah ditemukan oleh KPU Pusat.

“GMHP dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, untuk mengakurasi DPT pemilih, terhadap pemilih yang sudah ditetapkan oleh KPU maupun yang belum ditetapkan. GMHP adalah sebuah kebijakan dari KPU RI untuk mengakurasi data pemilih pada Pemilu 2019 yang telah terdaftar di DPT masing-masing KPU daerah,” kata Suja’i yang didampingi komisioner lainnya seperti Andri Ausini, Ahmad Munawar dan Samsuri, di Aula Media Center KPU, Selasa (16/10).

Menurutnya, GMHP dilaksanakan serentak secara nasional, yang pelaksanaannya mulai dilakukan sejak 1 hingga 28 Oktober 2018 nanti. Namun, untuk pembukaan posko yang ditempat keramaian dan pelayanan publik akan dilaksanakan secara serentak pada Rabu (17/10).

“Kegiatan ini untuk melindungi hak si pemilih ataupun masyarakat, pada saat Pemilu 2019 nanti, sehingga tidak ada alasan lagi bagi warga yang mengaku belum terdaftar dalam DPT untuk Pemilu,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Suja’i, dirinya menghimbau agar jangan sampai masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT padahal mereka sudah memenuhi hak pilih dalam Pemilu tersebut. Selain itu, para calon pemilih yang baru bertambah usianya yang baru mendapatkan e-KTP dan dikategorikan sebagai pemilih pemula untuk segera mendaftarkan diri.

Jika nanti ditemukan pemilih yang telah tidak memenuhi syarat seperti yang telah meninggal dunia dan berpindah daerah, bisa juga dilaporkan ke Posko GMHP untuk dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

“Baik itu bagi warga yang sudah cukup umur, serta memiliki KTP elektronik. Dari itu segera untuk mendaftarkan diri ke posko GMHP sebagai pemilih pemula,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Andri Ausini, kegiatan GMHP bertujuan untuk mengelola data pemilih agar DPT benar-benar sempurna sebagaimana yang diharapkan.

“Maka dari itu, posko GMHP akan tetap dibuka hingga 28 Oktober 2018 untuk menerima laporan dari masyarakat,” katanya.(DHE)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: