Pembangunan Jalan Desa Mandek, Warga Kepung Kantor Desa Talaga

Puluhan warga di tiga Kampung yang berada di Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang saat mediasi dengan petugas Desa Talaga, (12/10). Herlin Saputra//Banpos

SERANG, BANPOS – Puluhan warga di tiga Kampung yang berada di Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, yakni Kampung Ciciung, Ciluhur dan Pasir mendatangi kantor Desanya sendiri atas tidak berlanjutnya pembangunan jalan penghubung Kampung Baru menuju Kampung Pasir yang seharusnya selesai bulan ini.

Saat orasinya juga, warga juga meminta kepada pihak Desa untuk transfaransi, karena janjinya pembangunan jalan ini selesai pada bulan Oktober 2018. Namun jalan yang mulai dibangun pada bulan April 2018 masih baru 30 persen.

Salah satu warga, Didih mengungkapkan bahwa, pihaknya hanya bisa menunggu kejelasan dari pihak Pemerintah Desa itu sendiri dan kalau pun sudah ada perjanjian itu tolong di selesaikan dengan baik, sesuai dengan aturan yang sudah disepakati.

“Kami meminta pihak Desa hanya untuk menyelesaikan tugasnya, sesuai dengan anggaran yang sudah dibuat,” kata Didih saat ditemui wartawan di Kantor Desa Talaga, Jumat (12/10).

Sedangkan pihaknya mengancam bahwa, jika pihak Desa tidak sesuai dengan janjinya yang sudah disepakati dengan warga, pihaknya akan membawa ke ranah hukum. “Akan dibawah ke hukum jika tidak sesuai dengan kesepakatan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Embay Solihin mengatakan, pembangunan jalan ini ada keterlambatan dari jadwal yang seharusnya dilaksanakan tahapannya dari tahap satu ke tahap dua.

“Kendala yang tadinya coran manual, akhirnya kemarin itu sudah disepakati, kalau RAB nya itu pembangunan manual, itu dialihkan ke pembangunan betonisasi, karena masyarakat menolak, kesepakatannya sih seperti itu, pembangunan ini akhir Oktober pun selesai,” ujar Embay.

Hanya yang dilakukan masyarakat kali ini, lanjut Embay, hanya ingin memperjelas, karena dirinya menilai adanya kurang komunikatif antara Kepala Desa dengan masyarakat.

“Kalau BPD sepanjang itu anspirasinya anspiratif dan positif kami menerima dan sudah disampaikan kepada Kades, bagaimana pembangunannya, ternyata pak Kades itu punya beberapa kendala sehingga pembangunan itu tergendala. Kami juga tidak sama sekali kalau dislewengkan, tidak suuzon, tapi tapi tidak tahu kan endingnya kan nanti bulan Desember,” katanya

Tapi kalau bulan Desember belum juga dibangun, Embay menegaskan olehnya akan di kasih garis merahi kalau itu di selewengkan. Tahapan juga seharusnya mengikuti aturan Siskudes.

“Dari Desa kan sudah ditetapkan Kabupaten Serang sekitar april, 20 persen September-Oktober itu 60 persen, yang terjadi keterlambatan, dan saat ini dibangunan baru 30 persen. Pembangunan awal bagus, kedua lanjut tapi mentok di tengah jalan dengan alasan teknis adalah mesinnya mati dan lain sebagainnya,” jelasnya

Sedangkan untuk panjang jalan, masih kata Embay, adalah 1.270 meter dengan biaya Rp 719.618.000, dengan menggunakan dana desa tahun 2018, yang dilaksanakan oleh swakelola.

“Sekarang emosi masyarakat meluap dikarenakan pembangunan berhenti, tidak ada penjelasan, komunikasi juga tidak akhirnya suuzon. Kenapa pemerintah tidak lanjut. Apa mungkin uangnya tidak ada? Nah dari situ kan bertanya-tanya masyarakat kepada BPD,” katanya

Pihaknya juga menyetujuhi ketika di RAB kan manual dialihkan ke betonisasi meskipun di anggaran membengkak tapi akan lebih baik.

“Meskipun pengurangan dikadar atau yang lainnya yang penting betonisasi. Karena tidak akan maksimal kalau manual, Kades juga setuju, pokoknya diakhir Oktober selesai. Anggarannya pun baru turun 60 persen. Sebetulnya Desa itu enak, turun 20 persen bangun, 60 persen turun bangun lagi, gitu,” ujarnya.

Sedangkan menurut Kesra Desa Talaga, saefudin mengatakan, partisipasi masyarakat cukup bagus, karena responnya positif dengan Desa. Ia juga selaku pengurus desa yang mewakili Kepala Desa sangat bersyukur bahwa kegiatan ini masyarakat mengingatkan kepadanya untuk berhati-hati menggunakan dana desa tersebut.

“Tadi juga sudah sepakat, 10 hari kedepan akan dibangun kembali. Memang ada kendala berkisaran satu bulan, karena berkendala di air dan sebagainya karena pelaksanaannya manual. Langsung pihak Desa yang membangun,” katanya. (LIN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: