Ciptakan Kondusif Jelang Pemilu, Kapolda Banten Gelar Rakor ‘Mantab Brata-2018’

Kapolda Banten, Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra (tengah) bersama para stakeholder pemerintah, TNI dan penyelengara pemilu 2019, berfoto bersama usai kegiatan rapat koordinasi bersama instansi dan lembaga terkait beserta parpol peserta pemilu dalam rangka persiapan pelaksanaan operasi ‘Mantab Brata-2018’ jelang pemilu 2019, di ruang Ballroom Grand Hall Hotel Horison Ultima Ratu Serang, Kamis (11/10/2018) / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Kapolda Banten, Brigjen Pol Teddy Minahasa, menyampaikan pentingnya menahan diri dan menjaga sikap kepada para stakeholder penyelengara maupun para kontestan pemilu, untuk menciptakan suasana kondusif yang baik, sejuk dan damai pada pemilu 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Banten, saat sambutannya di kegiatan rapat koordinasi bersama instansi dan lembaga terkait beserta parpol peserta pemilu dalam rangka persiapan pelaksanaan operasi ‘Mantab Brata-2018’ jelang pemilu 2019, di ruang Ballroom Grand Hall Hotel Horison Ultima Ratu Serang, Kamis (11/10/2018).

Kapolda Banten kembali menjelaskan, ada berapa hal kabar anime atau yang menjadi musuh bersama dalam penyelenggaraan pemilu yang harus dihindari adalah ‘Out Praktik Politik Identitas’, kampanye hitam (Black Campaign), dan Money Politik.

“Musuh kita bersama dalam penyelengaraan pemilu, saya bagi menjadi tiga kelompok hal, yang pertama adanya praktek-praktek politik indentitas dimana lazim mengarah pada unsur sara (suku, agama, ras dan antar golongan) dimana dampak buruknya dapat mengancam persatuan bangsa dan keutuhan NKRI. Kita boleh berbeda-beda pilihan dan apresiasi, namun kita harus tetap mengusung kesatuan bangsa. Hal kedua yang menjadi musuh kita bersama adalah praktek-praktek kampanye hitam (black campaign), yang saat ini sering kita jumpai di media sosial (medsos) seperti berita palsu (hoax), berita yang mengarah unsur adu domba. Hal yang ketiga, sering kita jumpai praktek-praktek money politik, dimana menghalalkan segala cara untuk meraih suara dengan membayar atau memberikan sembako kepada seseorang, tentu ini tidak baik dan tentu akan menyedihkan makna demokrasi bangsa ini,” ujar Kapolda Banten.

Untuk itu, dirinya menghimbau dan berharap pada pertemuan tersebut, sekiranya para hadirin yang hadir dapat menyepakati dan berkomitmen untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut terjadi. Sebab, perhatian pihak keamanan akan terkuras dengan hal-hal tidak perlu tersebut.

“Diketahui, jumlah keamanan yang bertugas pada pemilihan nanti 4.706 personil, dimana nanti mereka akan menghadapi TPS-TPS yang jumlahnya 20.846, melebihi personil yang ada. Maka itu, saya pun mengajak para elemen-elemen bangsa untuk sama-sama menjaga pemilihan umum demokrasi serentak ini dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua,” pungkas Kapolda. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: