Siap Sukseskan Pemilu 2019, Padepokan Romal Gelar Doa Bersama

Ketua Padepokan Romal, Jaenudin Musa ( depan ) saat membacakan penyataan sikap terhadap kesatuan NKRI dan turut mengsukseskan Pemilu 2019 / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Guna terciptanya pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang aman, damai dan berintergritas, Padepokan Romal Banten Kesti TTKKDH menggelar doa bersama untuk negeri, pada Minggu (7/10/2018).

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Karang Asem, Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang tersebut, dihadiri para tokoh masyarakat, para utusan Padepokan Romal Banten (Taktakan, Serang, Kramatwatu), Kapolsek Taktakan AKP Tusiran beserta para jajaran.

Sekjen Padeokan Romal Banten Kesti TTKKDH, Muhammad Ridho Dinata, yang ditemui usai kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyelamatkan negeri dari pepecahan akibat maraknya isu berita Hoax yang beredar di jejaring media sosial (Medsos), intensitas suhu politik yang kian panas dan ancaman-ancaman dari luar yang tak disadari telah mengancam bangsa ini.

“Hari ini, kita bersama para tokoh masyarakat, para utusan Padepokan Romal Banten dan para undangan yang hadir, menggelar tausiyah dan doa bersama untuk negeri. Tujuannya, agar bangsa kita ini dapat terlindungi dari bencana, terlindungi dari pepecahan dan konflik, beserta mendoakan agar pemilu 2019 mendatang dapat berjalan dengan baik, aman, dan berintergritas,” ujar Ridho.

Terkait maraknya isu berita hoax yang marak terjadi, Ridho menjelaskan, agar masyarakat harus cerdas dalam menggunakan medsos dan cerdas dalam menerima berita-berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

“Selayaknya, masyarakat Banten saat ini harus cerdas dalam menggunakan medsos. Tidak terburu-buru untuk percaya pada informasi berita yang diterima. Dan, saya berharap kepada pihak pemerintah untuk tegas dalam segi hukum untuk menyikapi maraknya informasi-informasi yang sifatnya menyesatkan masyarakat,” kata Ridho.

Sementara itu, Ketua Padepokan Romal, Jaenudin Musa mengimbau, agar masyarakat bisa lebih bijak dan teliti dalam menerima informasi yang belum jelas asal usul dan kebenarannya.

“Saya imbau pada masyarakat khususnya warga TTKKDH jangan terburu-buru dalam menerima informasi yang ada, harus diteliti dulu kebenarannya di cros cek dulu ke kebenarannya baik itu informasi yang ada di medsos ataupun informasi yang didapat dari pergaulan keseharian,” singkatnya. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: