Peserta Ini Buktikan Penerapan Rujukan Online Efektif Atasi Antrean di Faskes

Sanna Marina Manurung (28), peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) / dok: BPJS Kesehatan Cabang Serang

SERANG, BANPOS – Sanna Marina Manurung (28), peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang terdaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Bidokkes Polda Banten ini mengatakan hadirnya fasilitas rujukan online sangat membantu, sebab pelayanan administrasi menjadi lebih cepat dan lebih sederhana dari sebelumnya.

Selain itu penumpukan pasien yang biasanya terjadi di fasiltas kesehatan khususnya rumah sakit kini lebih kondusif.

“Sejak menggunakan fasilitas rujukan online, antrean semakin sedikit, kesesuaian data yang semakin valid, saya tak perlu repot lagi membawa berkas banyak yang jadi sarat untuk berobat ke rumah sakit. Jadi cukup tunjukan kartu KIS, maka petugas medis langsung melayani dengan baik,” ujarnya di temui di RSUD Drajat Prawiranegara.

Warga Puri Serang Hijau Blok K3 no 24, Kecamatan Cipocok, Kota Serang ini mengaku implementasi rujukan online di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan ini ternyata memberikan dampak positif terhadap pelayanan administrasi pasien di rumah sakit.

Karena dalam rujukan online, ketika petugas FKTP memberikan rujukan online ke rumah sakit kepada peserta, memang sudah didasarkan pada pertimbangan jarak rumah sakit, asal domisil pasien, tipe rumah sakit, kelengkapan sarana prasarana rumah sakit dan dokter yang sesuai dengan kompetensi diagnosa keluhan pasien.

Menurutnya semua aspek sudah memenuhi prosedur rujukan dan peserta tak perlu khawatir jika ditunjuk ke rumah sakit yang baru dan berbeda dari rumah sakit tujuan rujukan sebelumnya.

“Penerapan rujukan online ini, jadi solusi buat para peserta yang ingin mendapat pelayanan yang cepat dan tepat. Saat ini masyarakat selalu ingin mendapat pelayanan yang cepat, apa lagi saat ini warga tak mau serba repot. Jadi rujukan online jadi nilai lebih lah,” ujarnya.

Sejak 2016 menjadi peserta JKN-KIS, lanjut Sanna yang sedang kontrol kehamilan di rumah sakit RSUD Drajat Prawiranegara, pelayanan BPJS Kesehatan cukup baik. Karena program JKN-KIS selama ini selalu berusaha menyesuaikan dengan perkembangan dan persoalan yang jadi keluhan peserta BPJS Kesehatan.

“Saya berharap BPJS Kesehatan selalu mengembangkan inovasi terbaru. Sehingga pelayanan semua Faskes yang bekerja sama bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal,”tambahnya. (ADV)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: