Usai Dilatik WH, Zaki-Romli Siapkan 15 Program Unggulan

Bupati dan Wakil Bupati Tangerang A Zaki Iskandar dan Mad Romli menyaksikan penandatanganan hasil kerja Penjabat Bupati Tangerang Komarudin pada penyampaian visi misi Bupati Tangerang periode 2018-2023 di Gedung Dewan, Tigaraksa, kemarin.

TIGARAKSA, BANPOS – Usai dilantik Gubernur Banten Wahidin Halim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tangerang di Pendopo Gubernur Kota Serang, A Zaki Iskandar dan Mad Romli langsung bekerja. Mengawali tugasnya untuk periode kali kedua, Zaki memaparkan visi dan misinya dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Jumat (21/9) siang.

Dalam penyampaian Visi dan Misi dihadapan anggota DPRD, Zaki juga memaparkan 15 program unggulan yang digagasnya bersama Mad Romli. Program-program tersebut digadang-gadang sebagai Tangerang Gemilang Jilid II periode 2018 hingga 2023.

A Zaki Iskandar mengatakan, program unggulan tersebut sebagai jawaban dari berbagai tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Program itu dianggap dapat mengatasi beragam persoalan di berbagai bidang pembangunan.

“Kami tetapkan apa saja yang menjadi program unggulan dan program prioritas. Paling tidak ada 15 program unggulan yang diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Ke 15 program yang digagasnya itu yakni peningkatan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan melalui pembangunan sarana dan prasarana fisik, pengembangan sanitasi berbasis pondok pesantren. Lalu, pemerataan dan pelayanan pendidikan berkualitas untuk sekolah negeri SD dan SMP, gerakan Tangerang sehat, optimalisasi pemanfaatan sport center, gerakan Tangerang ramah anak.

Kemudianprogram lainnya yang diusung yaitu gerakan Tangerang berdaulat pangan, gerakan pembangunan masyarakat pantai (Gerbang Mapan), gerakan berantas kemiskinan melalui simpan pinjam tanpa agunan dan resiko (Gebrak Si Pintar).

Ada juga program Optimalisasi manajemen pemerintahan dan pemanfataan aset-aset daerah, gerakan bersama rakyat atasi padat kumuh dan miskin (Gebrak Pa Kumis), gerakan kita peduli permasalahan sampah (Kiprah), pengelolaan sumber air baku dan pengendalian banjir, Tangerang bebas macet serta gerakan one district one product.

Dari ke 15 program tersebut, terdapat satu program yang sudah dimulai tahun ini, yaitu program pengembangan sanitasi berbasis pondok pesantren. Menurut Zaki, program tersebut masuk dalam program utama PemkabTangerang, khususnya pembangunan infrastruktur.

“Saat ini kami akan selesaikan tugas tahun 2018, baru nanti konsentrasi menjalankan program 2019. Fokus kami masih pada infrastruktur, baik pendidikan, kesehatan, jalan, irigasi dan sebagainya, ada beberapa prioritas infrasturktur ke pondok pesantren dan madrasah,” katanya.

Zaki mengakui, pada periode sebelumnya, pondok pesantren dan madrasah bukan bagian utama pembangunan infrastruktur daerah. Terutama penyerapan APBD tahun sebelumnya yang juga dinilai belum komprehensif.

“Pondok pesantren dan madrasah sebelumnya tidak pernah tersentuh ABPD secara komperhensif. Sekarang kami coba masuk membantu institusi pendidikan pondok pesantren dan madrasah,” tandasnya.(MG-1/ODI/BNN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: