Polisi Gagalkan Perdagangan Orang di Bandara Soetta Tangerang

Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Victor Togi Tambunan memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus perdagangan orang yang dikoordinir remaja berusia 21 tahun berinisial IR, kemarin. FOTO IQBAL/SATELIT NEWS

BANDARA, BANPOS – Remaja berumur 21 tahun berinisial IR ditangkap Polisi di Terminal 1A Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta)Tangerang. IR teridentifikasi sebagai sindikat perdagangan wanita dibawah umur untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial di Pulau Bali.

Berdasarkan laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada penangkapan Rabu (13/9) lalu itu, petugas Polres Bandara Soetta menyelamatkan 4 wanita, 3 diantaranya masih dibawah umur. Mereka masing-masing berinisial AF (17), AL (16), SM (16) dan SN (21).

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Victor Togi Tambunan mengatakan, keempat wanita tersebut rencananya akan diberangkatkanke Denpasar, Bali menggunakan pesawat Lion Air JT-0042. Mereka rencananya akan dipekerjakan di salah satu tempat hiburan di Pulau Dewata itu.

“Bermula dari informasi yang kami peroleh akan ada pengiriman wanita dibawah umur. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar,” katanya di Mapolres Bandara Soetta, Jumat (21/9).

Ia membeberkan, saat akan diamankan, tersangka IR beserta keempat gadis belia itu sudah berada di dalam pesawat atau boarding yang bersiap take off. “Kami berkoordinasi dengan Lion Air dan akhirnya mengamankan pelaku dan menyelematkan korban,” ungkap Tambunan.

Sebelum diberangkatkan ke Bali, lanjut dia, 4 wanita itu ditempatkan di Apartemen Gateway Bandung, Jawa Barat. Bahkan keempatnya sempat dijualkan untuk memberikan jasa pelayanan seks kepada lelaki hidung belang.

“Sebelumnya mereka dipekerjakan sebagai pelayan tamu di Apartemen Gateway, Bandung,” ungkap Kapolres. Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya, 4 lembar Surat Keterangan (Suket) perekaman E-KTP yang ternyata palsu, sejumlah Boarding Pas dan 1 buah telepon genggam.

Sementara itu, Ketua KPAI Susanto mengatakan, modus yang dilakukan tersangka merupakan modus baru. Pihaknya berharap masyarakat bisa memberikan laporan kepada kepolisian maupun KPAI jika mencurigai hal yang tidak wajar.

“Kami berharap masyarakat bisa aktif untuk melapor. Seperti kasus ini, setelah mendapat laporan kami langsung bergerak dan berhasil menggagalkan kasus perdagangan orang,” ungkapnya.

Dia memastikan saat ini korban yang berhasil diamankan tengah menjalani rehabilitasi untuk menghilangkan trauma. “Kami berharap petugas mengusut sindikat perdagangan orang yang ada di Bali. Jika terdapat pekerja anak dibawah umur tindak tegas pemilik tempat usaha tersebut,” tandasnya.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini mendekam di sel tahanan Polresta Bandara Soetta. Ia terancam dijerat pasal berlapis tentang perlindungan anak dan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.(bal/odi/BNN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: