Ulama dan Santri Deklarasikan Salapan Tujuh

Sejumlah ulama dan santri saat deklarasi Salapan Tujuh.

PANDEGLANG, BANPOS – Sejumlah ulama dan santri di Pandeglang, yang tergabung dalam Santri Salafiyah Pandeglang Setuju Jokowi Utuh (Salapan Tujuh) melakukan deklarasi untuk mendukung pasangan Joko Widodo -KH Ma’ruf Amin untuk menjadi presiden RI periode 2019-2024, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muawanah yang ada di Kampung Bonjer, Desa Menes, Kecamatan Menes, Pandeglang, Rabu (19/9).

Deklarasi dukungan kepada Jokowi dihadiri sekitar 2000 orang diantaranya dihadiri oleh LDNU PBNU Jakarta, KH Manarul Hidayat, Dewan Pembina Alumni/Santri Salafiyah Pandeglang, KH Hamdi Ma’ani, Pimpinan Ponpes Darul Bayan Panimbang, KH Zam Zami serta tokoh agama lainnya.

Ketua Salapan Tujuh Pandeglang, Ustad Azis Nurdin mengatakan, kasus demi kasus yang terjadi di Indonesia akibat gejolak politik dalam negeri yang cenderung tidak sehat seperti memainkan beberapa isu yang menjatuhkan bangsanya sendiri dan memicu konflik lambat laun akan merobek harmoni yang secara susah payah dikembangkan, baik persatuan dan kesatuan bangsa maupun harmonisasi hubungan dengan dunia Internasional.

“Maka dari itu harmoni dalam kehidupan yang selalu didambakan semua orang baik dalam kehidupan keluarga, bertetangga dan bermasyarakat secara lebih luas dalam lingkup berbangsa dan bernegara, harus terus kita gaungkan. Kita tidak boleh membiarkan Indonesia kalah dalam pertarungan politik dunia, maka dari itu kita harus lawan politik identitas yang telah berkembang menggerogoti bumi pertiwi,” kata Ustad Azis dalam sambutannya.

Menurutnya, para santri dan ulama dituntut harus berbuat lebih strategis dalam mendampingi dan memberdayakan bangsa. Santri dan Ulama harus mengawal jangan sampai negeri ini dipimpin oleh para kelompok yang suka mengujar kebencian, menebarkan fitnah dan hoax, membawa nama umat demi syahwat busuknya mengganti falsafah negara Pancasila yang telah susah payah diperjuangkan oleh para ulama.

“Kita harus yakin dan percaya bahwa Kiyai Ma’ruf Amin lah ulama panutan asal Banten yang mampu mengimbangi Pak Jokowi dalam memberantas segala politik Identitas dan keterpecah belahan di negeri ini. Ulama dan Santri harus mampu menularkan kekritisannya dalam pesan yang damai dan menyejukkan seperti cara Rasulullah dalam berdakwah yaitu Islam rahmatan lil alamin,” tegasnya.

Azis menegaskan, KH Ma’ruf Amin adalah sosok ulama Banten yang penuh kesejukan dan kedamaian dalam berdakwah. Untuk itu pihaknya tidak akan ragu dalam mendukung pasangan Jokowi dan KH Ma’ruf Amin.

“Maka dari itu, kami dari Salapan Tujuh tidak akan pernah ragu. Duet maut Umaro dan Ulama antara Presiden Jokowi dan KHMa’ruf Amin Insya Allah akan mampu membawa kita ke pintu gerbang kemerdekaan sesungguhnya, merdeka melawan politik identitas, melawan ulama-ulama tidak jelas, melawan adu domba, melawan hoax, mewujudkan kesejateraan ekonomi umat, menciptakan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Dewan Penasehat Salapan Tujuh Pandeglang, KH Uup menyatakan selaku ulama dirinya merasa bangga dengan terbentuknya Salapan Tujuh. Karena, para santri dan alumninya tidak hanya kritis dalam berfikir, tapi juga hatinya masih terang benderang, masih mampu melihat mana karakter tokoh panutan yang layak didukung mana yang tidak.

“Saya yakin dan percaya bahwa semua ulama pasti merasakan hal yang sama. Kami merasa tidak sia-sia mendidik dan mengajarkan betapa etika, dan kepekaan diri itu penting apalagi kepekaan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Menurutnya, orang yang menganggap dan menggembor-gemborkan ulama tidak boleh berpolitik, ulama hanya bertugas mengurus santri dan pendidikan. Hal itu salah besar, karena sejarah telah menorehkan tinta merahnya, perjuangan bangsa ini merebut kemerdekaan adalah berkat darah dan keringat para ulama, falsafah negara ini ada karena tarekatnya para ulama.

“Siapa yang bilang ulama tidak boleh berjuang dan berpolitik adalah upaya mengaburkan sejarah. Insya Allah dengan kuatnya persatuan hari ini, semakin kuat pula kekuatan dukungan untuk KH. Ma’ruf Amin sebagai Putra Banten. Alangkah naifnya jika KH Ma’ruf Amin dan Jokowi tidak kita usung dan menangkan. Maka dari itu kita harus ingat Ijtima (Ikuti Jokowi Terima Ma’ruf Amin),” ungkapnya.(DHE/SEP)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: