Diduga Pukuli Warga, Seorang Kades Dipolisikan

Ilustrasi Pemukulan

WANASALAM, BANPOS – Kepala Desa Parungsari Kecamatan Wanasalam diadukan kepihak berawajib atas dugaan penganiayaan terhadap dua orang warganya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kasus tersebut muncul dipicu pekerjaan pembebasan lahan dan bangunan SMK Wanasalam yang tengah dikerjakan oleh kedua pengadu yang diduga menjadi korban penganiyayaan.

Awalnya dua orang telah dipanggil ke rumah Kades Parungsari, dan dirumahnya tersebut itulah terjadi dugaan penganiayaan yang belum diketahui permasalahannya.

Penuturan Jamri, salah seorang korban yang diduga dianiaya,bahwa dirinya dipanggil ke rumah Kades Parungsari, dan ketika sampai dirumahnya dianiaya.

“Awal mulanya saya disuruh untuk menemui Jaro dirumahnya, ketika saya sampai, entah kenapa saya dianiaya dengan pukulan, waktu itu saya berdua dengan rekan saya Atang. Dan saya sudah laporkan kejadian menimpa saya ini ke Polsek Wanasalam,” tuturnya kepada BANPOS melalui telepon seluler, Rabu (19/9).

Selanjutnya, terang Jumri, kemungkinan permasalahannya dilatarbelakangi pengerjaan proyek pembangunan SMK di wilayahnya.

“Ya masalah jelasnya saya kurang tahu, tapi paling persoalan pembebasan lahan dan proyek SMK yang sedang kamii kerjakan di sana,” katanya.

Sementara di tempat terpisah, Kades Parungsari, Aan Suanda, saat dikonfirmasi BANPOS membantah telah menganiaya kedua orang tersebut, menurutnya hanya terkait kesalah-fahaman saja.

“Itu mah bukan dianiaya, saya akui terjadi cekcok dan sempat emosi, tapi cuma melintir tangannya saja, adapun mengenai Atang, waktu itu ada bapak saya, melihat sedikit ricuh dan menyangka saya dikeroyok, maka spontan bapak saya memukul Atang, padahal waktu itu Atang kemungkinan besar mau melerai kami berdua,” kilah Aan.

Kanit Reskrim Polsek Wanasalam, IPDA Sudedi membenarkan ada pengaduan dari dua orang terkait Kades Parungsari, mereka disebutnya telah datang ke Polsek Wanasalam melaporkan kejadian yang dialaminya.

“Benar Jamri dan Atang telah datang ke sini, mereka buat bengaduan, bukan laporan, dan itu telah kami layani, bahkan membuat visum pun diantar anggota kami. Begitupun kalau mereka mau lanjut melapor ke polres, ya itu hak mereka,” ujar Ipda Sudedi. (WDO/SEP)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: