BNN Banten Musnakan 65 Ribu Ekstasi dan Shabu Senilai 49 Miliar

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia (tengah berkerundung) disaksikan oleh Kepala BNNP Banten, M. Nurochman (tengah kemeja putih) dan undangan, saat menunjukan hasil pengujian barang bukti pengungkapan, benar jenis narkotika / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten kembali melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis shabu sebanyak 7 (Tujuh) kilo gram dan narkotika jenis ekstasi sebanyak 65.000 (enam puluh lima ribu) butir, atas tersangka MUL, alias ARY (24) tahun.

Kepala BNNP Banten, M. Nurochman, saat ditemui usai menggelar pemusanahan barang bukti di kantor BNNP Banten mengatakan, bahwa pemusnahan barang bukti narkotika tersebut merupakan hasil pengungkapan jaringan atau sindikat narkotika wilayah Kota Tangerang, Banten, melalui via jasa pengiriman (cargo).

Keterangan pers release yang diterima Bantenpos.co menyebutkan, bahwa pada hari Jumat (24/8/2018) lalu, Tim Brantas BNNP Banten mendapat informasi bahwa ada pengiriman paket narkotika jenis shabu dan ekstasi dari pulau Sumatra atas nama inisial (W) menggunakan jasa pengiriman barang melalui jalan darat.

Atas adanya informasi tersebut, Tim langsung melakukan penyelidikan dan didapat pengiriman tersebut di tujukan ke seseorang berinisial nama MUL alias ARY, beralamat di Karang Tengah, Kota Tangerang.

Empat hari kemudian, tanggal (28/8/2018), paket tersebut tiba di kantor pengiriman barang dan diambil oleh MUL alias ARY, yang selanjutnya dilakukan penangkapan.

“Hari ini kita akan melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis shabu dan ekstasy melalui mesin pemusnah sebanyak 7 kg shabu dan 65.000 butir ekstasi, setelah mendapat surat penetapan dari Kejaksaan,” ungkap Kepala BNNP Banten, M. Nurochman kepada awak media yang hadir.

Kepala BNNP Banten, M. Nurochman, saat akan memasukan barang bukti narkoba ke mesin pemusna / RULIE SATRIA

Nurochman menambahkan, adapun barang bukti tersebut tidak semuanya dimusnakan. Karena sebagian dipergunakan untuk barang bukti di persidangan nanti.

“Dari pengungkapan ini, diperkirakan nilai barang bukti untuk shabu 7 kg senilai 7 Milyar dan ekstasi sebanyak 65.000 butir senilai 42 Milyar. Kalau dilihat besar nilainnya, Ini merupakan jaringan sindikat Internasional yang masuk dari negara lain, namun saya tidak sebutkan lebih mendalam karena masih dalam tahap pengembangan. Yang jelas, kami sudah lakukan koordinasi dan serahkan kasus ini dengan BNN di Pusat,” pungkas Nurochman. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: