Selain Rutilahu, Kota Serang Banyak Dolbon

Salah satu rumah milik warga di Kelurahan Pabuaran yang dinilai tidaklayak huni / Herlin Saputra//Banpos

SERANG, BANPOS – Selain masih banyak rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang ditemui di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, ternyata masih banyak juga ditemukan masyarakat yang melakukan buang air besar di kebun (Dolbon). Hal tersebut disampaikan oleh Staf Kelurahan Pabuaran, Santani kepada Banpos, Minggu (16/9).

Menurut Santani, di kelurahannya untuk saat ada sekitar 40 persen warganya masih melakukan dolbon karena tidak memiliki WC.

“Data saat ini ada 40 persen se-Kelurahan Pabuaran belum memiliki WC,” kata Santani.

Dikatakan Santani, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi dan melakukan pengajuan kepada Pemkot Serang, namun kata Santani, sudah hampir 2 tahun pengajuan belum ada realisasinya.

“Sosialisasi kepada masyarakat sering tentang bahaya dolbon dan kami juga sering melakukan pengajuan namun selama 2 tahun itu pula tidak ada realisasi,” jelasnya.

Saat ini, masih kata Santani, warga yang tidak memiliki WC, warganya membuang air besar di kebon, pesawahan dan lainnya.

“Kadang-kadang saya bingung kalau ada masyarakat yang menanyakan soal bantuan WC dan sebagainya, karena pihak kami sudah sering melakukan pengajuan,” ujarnya

Salah satu warga Kemanggisan, RT 07, RW 02, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Rubiah (50) mengungkapkan, selama ini dirinya hendak ingin BAB (Buang Air Besar,red) hanya mengandalkan pesawahan karena keterbatasan biaya, sampai saat ini pihaknya tidak memiliki WC.

“Jangankan buat beli WC, rumah saja sudah acak-acakan begini pak, dirumah ini cuman ada sumur saja,” katanya.

Ia berharap kedepan memiliki WC, karena saat ini pihaknya juga merasa kebingungan jika ingin BAB, soalnya pesawahan atau kebon sudah tidak ada. “Kadang malu, tapi mau gimana lagi, saya tidak punya WC,” ujarnya.

Disinggung dolbon tidak baik untuk kesehatan, Rubiah mengaku bahwa dirinya mengetahui efek dari dolbon, tapi dengan keterbatasan biaya, dirinya tidak bisa berbuat banyak. “Semoga dapat bantuan, biar bisa BAB dirumah, bukan tidak ingin, tapi kan biaya tadi itu jawabannya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, hampir 50 rumah yang berada di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang tidak layak huni (Rutilahu) dan daerah tersebut menyandang status MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: