Pasca Didemo Warga, Pabrik Bakso Diduga Tak Berizin

Ratusan warga dari dua desa di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang menuntut pabrik bakso menghentikan aktivitasnya karena limbah cair yang dihasilkan menimbulkan bau tak sedap, kemarin. FOTO IMRON/SATELIT NEWS

SEPATAN TIMUR, BANPOS – Pabrik bakso Kampung Minyak, Desa Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang diduga belum mengantongi Surat Izin dari Pemkab Tangerang. Pasalnya, warga di sekitar pabrik belum pernah diminta izin lingkungan pemilik pabrik tersebut.

Aktivis Pemuda Kecamatan Sepatan Timur Burhan mengatakan, berdasarkan informasi saudaranya yang tinggal di Kampung Minyak, Desa Jatimulya, warga mengerudug pabrik baso tersebut bukan saja mengeluh limbah pabrik yang mencemari lingkungan namun pemilik pabrik tidak pernah meminta izin lingkungan ke warga saat pabrik akan dioperasikan.

“Selain limbah pabrik baso yang dikeluhkan warga. ternyata, warga sekitar pabrik tidak pernah diminta izin lingkungan saat pabrik akan dioperasikan. Akhirnya, warga mendatangi pabrik meminta pemilik untuk berhenti beroperasi,” kata Burhan kepada Satelit News (Grup BANPOS) saat ditemui di kantor Kecamatan Sepatan Timur, Kamis (12/9).

Berdasarkan hal itu, lanjut Burhan, dirinya menduga pabrik baso tersebut belum mengantongi izin dari Pemkab Tangerang sebab sebelum Pemerintah Daerah (Pemda) mengelurakan surat izin bagi pabrik tersebut. terlebih dahulu, pemilik pabrik harus minta izin lingkungan dari warga sekitar pabrik.

“Saya yakin, pabrik baso di Kampung Minyak yang digerudug warga, tidak memiliki surat izin dari Pemkab Tangerang,” katanya.

Menurut Burhan, yang menjadi dasar kuat dirinya meyebutkan pabrik baso tersebut tidak memiliki surat izin dari Pemkab Tangerang, yaitu berdasarkan Perda Kabupaten Tangerang Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Tangerang Tahun 2011-2031 pasal 11 disebutkan Kecamatan Sepatan Timur hanya diperuntukan sebagai pusat pemerintahan kecamatan, pertanian, dan permukiman kepadatan sedang. Tidak ada untuk peruntukan pabrik.

“Jadi, bila pabrik baso itu memiliki surat izin. Patut dipertayakan siapa yang mengeluarkan surat izinnya. Karena tidak boleh di Sepatan Timur berdiri pabrik,” tuturnya.

Burhan menambahkan, berdasarkan payung hukum Perda kabupaten Tangerang tersebut. dirinya meminta, agar aparatur Kecamatan Sepatan Timur tegas untuk melakukan penutupan untuk selamanya pabrik yang sudah melanggar zona tersebut.

“Saya minta, aparatur kecamatan segera melakukan peyegalan pabrik baso agar tidak boleh beroperasi lagi. karena di Sepatan Timur tidak ada zona untuk pabrik,” jelasnya.

Sementara itu, aparatur Kecamatan Sepatan Timur lebih memilih diam tidak berkomentar terkait pabrik bakso yang diduga tidak mengantongi surat izin dari Pemkab Tangerang tersebut. Pasalnya, Camat Sepatan Timur Mulyadi tidak mau angkat telepon dari wartawan meski dalam kondisi aktif.

Begitupun dikirim pesan singkat tidak merespon. Sama hal dengan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Sepatan Timur, Tata Juhari belum mau berkomentar banyak. Tata hanya menjawab “Sudah,” tanpa menjelaskan arti sudah tersebut.(ron/odi/bnn)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: