Perangi Narkoba, BNNP Banten Bentuk Netizan Banten

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada BNNP Banten, Abdul Majid, saat kegiatan kegiatan diseminasi informasi melalui forum komunikasi anti narkoba berbasis online provinsi bagi netizen disalah satu rumah makan di Kota Serang, Jumat (7/9/2018) / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Provinsi Banten menjadi peringkat ke-6 dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia tentang peredaran narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten mengajak seluruh media online, penggiat media sosial yang berada di Banten dan membentuk suatu organisasi yang dinamakan Netizen Banten Anti Narkoba (Natizan Banten) agar proaktif dalam memberantas peredaran narkoba supaya mempersempit ruang gerak peredaran narkoba.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada BNNP Banten, Abdul Majid mengungkapkan pentingnya membentuk Netizan Banten, agar bisa membantu BNNP Banten dalam melakukan pencegahan, pemberantasan dan peredaran gelap narkotika termasuk penyalahgunakan narkoba.

“Kita harus bekerja keras dari berbagai aspek, BNNP Banten sudah menggandeng LSM, Ormas, organisasi kepemudaan, Dinas-dinas, instansi termasuk para pengusaha industri baik di darat maupun pelayaran untuk melakukan pencegahan, pemberantasan dan peredaran gelap narkotika termasuk penyalahgunakan narkoba,” kata Majid seusai acara kegiatan diseminasi informasi melalui forum komunikasi anti narkoba berbasis online provinsi bagi netizen disalah satu rumah makan di Kota Serang, Jumat (7/9/2018).

Karena itu, dilakukan pembentukan Netizan Banten, BNNP Banten memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang sangat minin.

Para anggota Netizen Banten Anti Narkoba (Natizan Banten) saat berfoto bersama / ISTIMEWAH


“Semestinya kita memiliki jumlah 200 orang lebih, tetapi kenyataan kita itu hanya sekitar 30 orang, sementara 24 orang ini tenaga kerja kontrak. Makanya dengan keterbatasan ini, BNNP Banten menggandeng TNI, kepolisian termasuk masyarakat. Mari sama-sama menggandeng unntuk melakukan pemberantasan narkoba ini,” jelasnya

Untuk saat ini kondisi Provinsi Banten terkait narkoba, kata dia, terus terang kalau di Banten mendapatkan peringkat ke 6 dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Karena, Provinsi Banten bukan hanya perlintasan dari pada peredaran gelap narkoba, antar pulau Sumatera ke Pulau Jawa, tetapi merupakan tempat industri.

“Disatu sisi lintasan, peredaran, pengguna itu dikita itu industri, sudah banyak dikita banyak kejadian-kejadian industri narkotik ini maupun psikotropika maupun obat-obatan adiktif lainnya yang sudah tertangkap itu diantaranya,” katanya

“Jadi kita harus berani untuk melawan atau berperang terhadap narkoba ini, kalau kita tidak secara bersama-sama pemberantasan kejahatan ini, kita 15 sampai 20 tahun yang akan datang generasi akan hilang,” sambungnya

Tolak ukur sendiri Provinsi Banten peringkat ke 6 peredaran narkoba,masih kata Majid, memang potensi pasarnya cukup bagus di Banten ini dan para penggunanya banyak.

“Satu dekat dengan Jakarta, pusat tempat hiburan, Jakarta itu seperti Tangerang, apa kabupatennya apa kotanya dan Tangsel. Makannya Kota Tangerang ini menjadikan untuk khusus di banten rangking kesatu, disusul Kabupaten Tangerang, yang ketiga Kota Cilegon. Bukan berarti Kabupaten Kota yang lainnya tidak mendapatkan peringkat itu tinggal diam, tidak, justru industry adanya di Kabuupaten Lebak dan Kabupaten Serang,” ujarnya

Ditempat yang sama, ketua Netizan Banten terpilih, Lulu Jamaludin mengatakan, Kemajuan teknologi internet saat ini sangatlah pesat, dunia internet yang lebih dikenal dengan istilah dunia cyber merupakan dunia pertemuan berbagai system informasi dan komunikasi yang memotong batasan-batasan regional, budaya, waktu dan kecepatan.

“Oleh karenanya Netizan Banten yakin bisa membantu BNN Dalam memerangi Narkoba. Terutama untuk menyelamatkan generasi muda Banten dari bahaya Narkoba. Sebab sosialisasi bahaya narkoba tidak membutuhkan biaya besar. Dan juga pesan akan sampai hingga puncak Gunung atau tengah laut. Saat ini Berbagai lapisan masyarakat sudah tak asing lagi menggunakan internet. Kita rangking ke-6 ini berdasarkan data kasus yang kita ungkap, bukan masalah besar kecilnya suatu kasus tapi volumenya yang terjadi kasus suatu tempat itu adanya yang diungkap kepolisian maupun BNN,” jelasnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: