Selundupkan Sabu ke Lapas, Juru Parkir Diringkus Sipir

Petugas Polsek Tangerang menunjukan barang bukti sabu yang diselundupkan tersangka SJ ke dalam Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang dalam gelar perkara kemarin. FOTO IQBAL/SATELIT NEWS

TANGERANG, BANPOS – Juru parkir berinisial SJ (27) dibekuk petugas Polsek Tangerang. Warga Neglasari itu diringkus lantaran kedapatan menyelundupkan narkoba jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Tangerang.

“Kami sita sabu bening sebanyak 300 gram dari SJ. Barang haram itu rencananya akan diedarkan di dalam Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang,” ungkap Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samonokepada wartawan, kemarin.

Ewo mengatakan, penangkapan itu bermula dari kecurigaan petugas Sipir Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang dengan barang bawaan SJ yang tidak seperti biasanya. Saat itu petugas melakukan pemeriksaan secara ketat terhadap lelaki berambut gondrong tersebut.

Kemasan lem pada minuman kotak yang dibawa SJ seperti bekas direka ulang. Petugas kemudian membongkar barang bawaan SJ. Kecurigaan petugas benar adanya. Dari kotak minuman tersebut petugas mendapati satu paket bungkusan berisi kristal bening yang ternyata narkoba jenis sabu.

Selanjutnya petugas yang mendapati barang haram dari kemasan minuman tersebut kembali membongkar barang bawaan yang dibawa SJ. Kapolsek menegaskan dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas kembali menemukan satu plastik bening lagi dalam kotak makanan ringan berupa wafer.

“Kemudian diperiksa kembali ke barang bawaannya yang lain dan ternyata ada lagi satu paket dengan ukuran yang sama. Total barang haram itu 300 gram,” ungkap Ewo.

Selanjutnya, petugas Lapas Kelas IIA menyerahkan SJ kepada petugas Polsek Tangerang untuk pengembangan dan proses hukum lebih lanjut. Ewo mengaku dari keterangan tersangka petugas mengantongi pemilik dari barang haram tersebut.

“Kami dapatkan AB, seorang narapidana narkoba yang sudah mendekam di Lapas itu. Barang bukti kami amankan dan juga tersangka kami tahan, selanjutnya kami masih kembangkan lebih lanjut,” tegas Ewo.

Kakanwil Kemenkumham Banten, Taufiqurrakhman mengatakan, barang haram yang diamankan petugas tersebut merupakan barang yang akan diedarkan di dalam Lapas. Dia mengapresiasi petugas yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam Lapas.

“Kami menggeledah ketat barang bawaan pengunjung. Beruntung narkotika ini bisa kami amankan. Kalau tidak akan diedarkan di dalam Lapas,” tuturnya.

Peredaran narkotika di dalam Lapas, lanjut dia, tidak akan mudah untuk dihilangkan. Pasalnya, menurut Taufiq, kapasitas tahanan sudah melebihi daya tampung. “Lapas Pemuda kelas IIA hanya menampung 800 orang, tapi sekarang ada 2.600 Napi. Tapi bukan alasan untuk kami lengah. Kami tidak segan menindak tegas napi maupun petugas yang melanggar hukum,” tegasnya.

Kalapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Jumadi mengaku akan meningkatkan keamanan di Lapas tersebut. Jumadi yang baru sehari menjabat menyatakan akan rutin melakukan sidak kepada seluruh napi yang ada di dalam Lapas tersebut.

“Kami akan sidak rutin. Kami mengapresiasi petugas yang jeli dalam memeriksa barang bawaan pengunjung,” tegasnya.

Sementara SJ mengaku telah 3 kali memasukan narkoba ke dalam Lapas. Menurut dia, barang haram itu dipesan Napi berinisial AB yang mendekam di Lapas tersebut. “Sekali antar saya dibayar 500 ribu rupiah,” ungkap SJ yang berprofesi sebagai juru parkir.

SJ bakal dijerat Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 112 Ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.(bal/odi/BNN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: