Nekat, Kawanan Perampok Bersenjata Kuras Toko HP di Rajeg

Gambar Ilustrasi / ISTIMEWAH

RAJEG, BANPOS – Aksi Perampokan bersenjata yang terjadi di toko handphone Dering Ponsel yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Kemis-Rajeg, Kelurahan Sukatani, Kecamamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang membuat trauma pemilik toko beserta karyawannya. Mereka ketakutan jika peristiwa serupa kembali terjadi.

Aksi perampok terbilang nekat, mereka yang sebelumnya berpura-pura menjadi pembeli, berani melakukan aksinnya di siang hari. Mereka langsung menodong karyawan toko dengan celurit dan pisau belati. Karyawan yang ketakutan dengan ancaman tersebut tidak berani melakukan perlawanan. Dengan leluasa kawanan perampok menguras isi toko telpon seluler tersebut.

Pemilik toko, Reza mengatakan, para pelaku menggasak 26 unit handphone dan uang tunai sekitar Rp35 juta hasil penjualan. Selain itu, kata Reza, dua hanphone dan uang milik karyawan juga ikut dikuras perampok. Para pelaku menyekap karyawan di ruang karyawan toko dengan cara mengikat tangan dengan tali rapia dan memasukan mereka ke dalam brankas.

“Dari keterangan salah satu orang penjaga toko-toko furniture depan TKP, ketiga pelaku melakukan perampokan tersebut dengan mengendarai 1 unit motor Suzuki Satria dan membawa kantong plastik sampah hitam untuk tempat membawa barang hasil rampokan,” terang Reza.

Reza berharap agar polisi bisa mengusut tuntas peristiwa perampokan yang menimpa counter miliknya, karena saat ini kami mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Terlebih menurut Reza, hal ini bukan yang pertama kalinya, karena sebelumnya peristiwa yang sama juga terjadi di counter HP miliknya yang berada di kawasan Bitung.

“Saya berharap polisi segera menagani kasus yang menimpa toko handphone saya. Saya khawatir pelaku orang yang sama,” ujar Reza seraya menunjukan bukti berupa rekaman CCTV.

Kapolsek Rajeg AKP Bambang Supeno membenarkan peristiwa perampokan toko handphone tersebut. Namun pihaknya belum bisa memberikan komentar kerugian yang dialami toko handphone tersebut. Sebab, belum dilakukan audit oleh pemilik toko handphone.

“Kerugian atas peristiwa perampokan sedang diaudit,” katanya.

Bambang menambahkan, berdasarkan keterangan sementara dua karyawan toko handphone bernama Andes Jajuli dan Siti Fauziah mengatakan, sekitar pukul 10.00 WIB datang tiga pria masuk ke dalam toko berpura-pura melihat HP yang terpajang di etalase.

Tiba-tiba ketiganya mengeluarkan senjata tajam dan mengancam kedua karyawan tersebut. Kamudian salah satu pelaku memaksa kedua karyawan untuk menunjukan berangkas uang. “Sebelum meninggalkan toko, para pelaku mengikat kedua karyawan dengan tali rapia. Pelaku sedang dalam pengejaran,” tandasnya.(ron/hen/odi/BNN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: