Rencana Pembangunan Masjid Raya Kota Serang, Subadri Angkat Bicara

Subadri Usuludin / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Terkait Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan membangun Masjid Raya Kota Serang yang dibangun di Alun-alun Barat menuai kritikan dari Wakil Walikota Serang terpilih, Subadri Usuludin. Menurutnya, pembangunan dilahan tersebut adalah lahan kepentingan umum, pemerintah dan ruang terbuka hijau dan lahan tersebut memiliki Perwal.

“Maaf bukan saya tidak setuju, karena saya muslim meski saya dukung kalau pembangunan masjidnya, tapi tidak di Alun-alun. kota serang punya At-Tsauroh, meski At-Tsauroh dipikir ada yang harus diselesaikan At-Tsauroh dulu diatasi, tinggal At-Tsauroh tidak punya halaman depan misalkan. tinggal mindah islamic centre, kios-kios, lapangan futsal dipindahkan kebelakang dan ditata kembali,” ujar Subadri, Selasa (4/9).

Dikatakan Subadri, saat ini amdal lalin nya sejauh mana dan kalau pun meski di Alun-alun Barat, Kota Serang tahapannya harus dilalui terlebih dahulu, karena pembangunan ini menggunakan anggaran APBD.

“Kita ketahui bersama bahkan anak kecil pun tahu tidak langsung bimsalabim ada aturan juga beski dilalui, DED nya juga meski jelas, kalau tanggal 5 September ini akan peletakan batu pertama dasarnya apa? disitu Rp 30 miliar rinciannya apa, buat apa-apa, DED nya juga belum ada,” Tanya Badri

Maksudnya, lanjut Badri, harus dijalani terlebih dahulu tahapannya dan sebelumnya harus ditentukan dimana tempat pembangunan Masjid Raya Kota Serang tersebut akan dibangun.

“Sebelum itu tentukan dulu dimana, saya lebih setuju konon katanya Kabupaten Serang ada saran dari KPK bahwa 2019 ini harus membikin dan membangun lahan yang 24 hektare, berarti nanti saja, tidak diburu-buru pun tidak jadi masalah, DED nya dulu, tahun depan anggaran murni dianggarin DED nya, setahun kemudian baru,” jelas Badri

“Maksud saya kalau saja pemerintah kabupaten sudah pindah itu bekasnya buat apa, dari DPRD Kabupaten Serang, Setda Kabupaten sampai lapangan tenis dan mentok ke jalan lingkar (alternatif) abisin semuanya disitu bikin Masjid Raya baru megah, dan anggarannya tidak cukup, ini kita mau bikin anggaran masjid bukan musolah, Rp 30 milar cukup apa? kalau semua tahapan sudah dilalui jangankan Rp 30 miliar 300 lipatnya pun saya setuju,” tambahnya

Menurutnya, tahapannya terlebih dahulu diselesaikan untuk pembangunan masjid, jangan sampai tujuannya bagus urusannya tidak bagus, karena bisa tersandung masalah kalau tahapannya tidak dilalui.

“Kita tidak menjadi masalah mau pembangunan Masjid Raya, kita juga bisa membantu kan kita sesama muslim,” katanya.

Yang kedua, masih kata Badri, secara fiqih Alun-alun Barat Kota Serang itu harus diketahui juga milik siapa lahannya, harusnya juga Pemkot Serang harus membentuk tim panitia pembangunan masjid tersebut.

“Baru dihibahkan tanahnya kesana dulu, tidak ujuk-ujuk peletakan batu pertama, emang besok mau kiamat, bukankah muslim solat dijalan juga bisa sepanjang baju kita bersih, tempat ruku dan sujud bersih kan tidak dipermasalahkan, kalau tidak konsen dulu di Masjid Pemkot sudah 11 tahun begitu-gitu saja, kalau tetap maksaharus perhatikan keindahan dan kebersamaan, tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan, hayu duduk bareng dengan apapun itu,” ujarnya

Kalau nanti masjid raya jadi dibangun di Alun-alun, kata Badri, bagaimana nasib Masjid At-Tsauroh.

“Apa nanti tidak mengkotak-kotakan tuh, yang pro ke At-Tsauroh ke At-Tsauroh dan pro ke Masjid Raya ke Masjid Raya, sisi agamanya bagus tidak? kecuali pengurus At-Tsauroh sudah duduk bersama, bagusnya gimana untuk kota serang punya ikon, apa? itu tidak ketemu saja. kekeuh misalkan dari pengurus masjid At-Tsaurohnya tidak mau yah tidak ada salahnya, kan ini belum dicoba, Kota Serang ini kota yang tidak terlalu luas. yang lebih ngeri lagi tahapannya, DED nya saja belum di anggarkan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan membangun Masjid Raya di Alun-alun Barat. Pembangunan tersebut akan dilaksanakan tahun depan, di akhir masa jabatan Walikota Serang, Tb Haerul Jaman. Direncanakan juga untuk peletakan batu pertama pembangunan masjid oleh Jaman.

Yang saat ini Alun-alun Barat yang berfungsi sebagai tempat kegiatan pemerintahan pun akan direlokasikan ke tempat lain.

Menurut Jaman, rencana pembangunan Masjid Raya Kota Serang masuk dalam penganggaran tahun depan. “Pembangunan masjid itu baru direncanakan tahun depan lantaran beberapa waktu lalu banyak agenda besar yang dilaksanakan Pemkot antara lain pembangunan DPRD Kota Serang, penataan kawasan Banten Lama, dan pembangunan RSUD Kota Serang,” ujar Jaman.

Kata dia, dasar pembangunan masjid itu agar Kota Serang mempunyai sarana peribadatan yang lebih besar, bagus, dan tempatnya strategis. Selain itu, dengan rencana pembangunan basement sebagai lahan parkir, ia berharap dapat mengurai kemacetan di sekitar Alun-alun Barat tersebut.

Jaman mengatakan, pihaknya masih menerima masukan dan saran dari semua elemen masyarakat terkait pembangunan masjid tersebut. “Mudah-mudahan dengan adanya support terutama DPRD, maka masjidini akan terbangun karena hampir di semua daerah masjid raya terdapat alun-alun,” tuturnya.

Ia mengatakan, apabila masjid ini terwujud, maka diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi semua masyarakat. Untuk kegiatan masyarakat, selama ini direncanakan akan dibangun di Alun-alun Timur dengan merelokasi GOR dan lapangan tenis ke kawasan Satdion Maulana Yusuf. Namun, ia juga berkeinginan agar lahan yang ada di Kepandean justru dijadikan alun-alun.

Kata dia, keinginan pembangunan Masjid Raya ini bukan tiba-tiba. “Tapi menindaklanjuti gagasan-gagasan orang dulu. Karena katanya pernah ada peletakan batu pertama masjid di sana (Alun-alun Barat-red) tapi tidak jadi, makanya kami coba wujudkan,” tutur Jaman.

Ditempat sama, Ketua DPRD Kota Serang Namin mengaku sangat mengapresiasi rencana pembangunan Masjid Raya Kota Serang tersebut. Diharapkan, masjid itu akan menjadi ikon Kota Serang. Dikatakan Namin, dengan dibangunnya masjid ini diharapkan bisa mengurangi kegiatan-kegiatan atau prilaku negatif di sekitaran Alun-alun. Diharapkan juga, masih kata Namin, masyarakat terutama kaum muda dapat mengurungkan niat untuk melakukan prilaku negatif dengan adanya masjid tersebut. “Selain itu, tentu saja harapan untuk menjadikan Kota Serang madani dapat terwujud,” ujarnya.

ata dia, Dewan mengapresiasi keinginan walikota yang sudah mengakomodir keinginan masyarakat terutama para ulama ini. Untuk itu, pihaknya tentu saja mendukung rencana kegiatan tersebut.

Apabila terwujud, Namin mengatakan, Kota Serang dapat mencerminkan keutuhan NKRI dengan berdekatannya tempat peribadatan. “Ini menunjukkan toleransi,” tuturnya.

Untuk itu, ia yakin hal itu jadi kebanggaan dan ikon Kota Serang. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: