Kios Dibongkar, Pedagang Merasa Dirugikan

Suasana saat dilakukan pembongkaran sejumlah kios yang berada di Pasar Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (5/9). Pembongkaran dilakuakn oleh Satuan Polisi Pamong Praja dibantu TNI, Polri yang bertujuan untuk melakukan penataan kawasan tersebut yang terkenal dengan kemacetan dan kekumuhannya. Foto : Dziki Oktomauliyadi//Banten Pos.

CIRUAS , BANPOS – Pemkab Serang melalui Dinas Satpol PP merobohkan puluhan kios depan Pasar Ciruas, kemarin. Tindakan tersebut membuat para pedagang mengeluh. Sebab, harus kehilangan tempat berjualan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari keluarga.

Abdul Rozak, seorang pedagang yang mengaku sebagai pemilik kios yang dibongkar mengatakan, seharusnya Pemkab Serang memberikan solusi terbaik bagi pada pedagang. Seperti dengan menyediakan lahan baru untuk berjualan.

“Kalo ada pembongkaran seperti ini harus ada alternatife jangan dibongkar aja kan ada pindah kemana gitu solusinya,” ujar Abdul kepada awak media disela-sela pembongkaran kios sedang berlangsung, Rabu (5/9/2018).

 

Seorang Ibu pemilik kios melakukan aksi penolakan saat dilakukan pembongkaran sejumlah kios yang berada di Pasar Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (5/9/2018).

Abdul menyesalkan atas tindakan pemerintah yang menurutnya tidak mengedepankan dampak sosial dari pembongkaran kios tempatnya berjualan.  “Inimah masalah perut, ini kan ada tanggungan segala. Gimana anak sekolah ?,” keluhnya.

“Kalo mereka (Pejabat Pemkab Serang, red) enak, tiap bulan gaji dapat. Nah kita (pedagang, red) mana enak tidur,” ujarnya.

Terlepas dari itu, kerugian Abdul dirasa menumpuk mengingat kios tempatnya berjualan yang dibongkar didapatnya dari susah payah membeli dari pemilik pasar dengan harga Rp 220 Juta.

Hal itu pun diakui pedagang lainnya yang mengaku sebagai pemilik kios yakni Mashadi. Pria tersebut mengaku membeli kios dari pemilik pasar dengan nilai Rp 220 juta pada tahun 2015 dengan luas tanah kurang lebih 12 meter.

Seorang pemilik kios berusaha menyelamatkan harta bendanya saat dilakukan pembongkaran sejumlah kios yang berada di Pasar Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (5/9/2018).

 

 “Beli duaratus dua puluh juta, punya surat dari notaris, kalo digusur gimana, kan saya juga punya hak. Ini juga baru kemarin kebakaran, baru kemarin dibangun, tiba-tiba dibongkar apa ga sakit, sakit,” ucapnya.

 Seharusnya lanjut Mashadi, pemerintah membuat kebijakan yang tidak merugikan masyarakat kecil. “Apa gak kasian ke rakyat kecil, makan saya dari sini. Saya minta kebijaksanaan dari pemerintah. Kasian orang kecil,” ujarnya. (IMI)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: