Kasemen Krisis Air Bersih

SERANG, BANPOS – Sejumlah warga di Kecamatan Kasemen mulai mengalami krisis air akibat kekeringan yang terjadi saat ini. Mereka membutuhkan air bersih tidak hanya untuk minum melainkan juga untuk mandi dan mencuci.

Sekretaris Lurah Masjid Priyai Ayumi mengungkapkan bahwa warga Kelurahan Masjid Priyai kekurangan air bersih sudah sejak Agustus lalu. Hal ini disebabkan karena salurah irigasi Pamarayan tidak teraliri air. “Kali sekarang sudah kering semua,” kata Ayumi, Selasa (4/9).

Ayumi mengungkapkan bahwa jumlah warga di Kelurahan Masjid Priyai adalah 7.133 jiwa. Dari jumlah itu hampir 60 persennya memanfaatkan air dari saluran irigasi Pamarayan itu untuk keperluan mandi dan mencuci. “Ada juga yang sudah punya PDAM tapi masih sedikit. Mayoritas ngandelin kali,” katanya.

Ayumi mengatakan bahwa warga sebenarnya memiliki sumur tetapi air yang keluar berasa asin karena mengandung garam. Saat digunakan untuk mandi badan akan terasa gatal dan lengket. Karena itu tak jarang warga harus membilas badan setelah mandi menggunakan air dari sumur. “Kalau air minum biasanya pake isi ulang,” tuturnya.

Beruntung ada sejumlah lembaga yang memberikan bantuan air bersih untuk warga. Bantuan air bersih itu berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Kecamatan Kasemen, dan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Serang. “Bantuan udah mulai datang dari seminggu yang lalu,” katanya.

Ayumi menyatakan bahwa krisis air bersih ini mulai terjadi setelah kemarau dan saluran dari bendungan Pamarayan ditutup. Padahal, dalam kondisi kemarau seperti ini Pamarayan seharusnya tidak ditutup.

PMI Kota Serang Hamid mengungkapkan bahwa atas permintaan masyakarat PMI Kota Serang menyalurkan bantuan air bersih ke Kelurahan Masjid Priyai. Bantuan ini sudah didistribusikan sejak sepekan yang lalu. Tidak hanya Kelurahan Masjid Priyai yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih Kelurahan Sawah Luhur pun mengalami hal yang sama.

“Dibutuhkan sekitar 100.000 liter untuk Kelurahan Priyai dan Sawah Luhur. Sekarang yang sudah terdistribusi sekitar 80.000 liter,” katanya.

Hamid mengungkapkan bahwa air bersih tidak hanya diberikan kepada warga di kediaman mereka melainkan juga ke tempat ibadah yang airnya juga sudah kering. Apalagi untuk daerah Sawah Luhur yang banyak dilalui wisatawan yang ingin ke Banten Lama tempat ibadah di sana pasti banyak digunakan oleh wisatawan.

Karena itu ia ingin memastikan air wudu di masjid atau mushola terisi dengan baik sehingga bisa digunakan.“Jadi bukan cuma buat konsumsi warga tapi juga buat masjid,” katanya.

Hamid mengaku dalam mendistribusikan air bersih ia tidak hanya bekerja sendiri. Ia juga bekerja sama dengan BPBD Kota Serang dan Damkar Kota Serang. Kendala dari pendistribusian air bersih adalah jarak antara sumber air dengan lokasi yang ingin dibantu yang cukup jauh.

“Untuk sementara Kasemen fokus utama kita karena daerahnya airnya asin,” ujarnya. (PBN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: