Peralihan Musim, Warga Diminta Waspada DBD

Gambar Ilustrasi / ISTIMEWAH

TIGARAKSA, BANPOS – Setelah dilanda kemarau cukup panjang beberapa bulan terakhir,kini sebagian kawasan di Tangerang Raya sudah mulai diguyur hujan. Namun perubahan siklus cuaca atau yang biasa disebut musim pancaroba, biasanya berpotensi memunculkan berbagai jenis penyakit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi mengatakan, penyakit yang harus diantisipasi diantaranya Broncho Pneumonia atau berbagai penyakit yang disebabkan akibat kuman, virus, dan mikroorganisme lain.

Selain itu, kata dia, warga juga diminta untuk waspada terhadap kemungkinan mewabahnya diare. Sebab, menurutnya, kedua penyakit itulah yang kemungkinan mewabah selama peralihan musim.

“Kami sudah mengedarkan selebaran kepada seluruh Puskesmas untuk mengantisipasi kedua penyakit itu,” ujarnya seperti dilansir dari laman TangerangNews.com, Senin (3/9).

Lanjut Hendra, jika ada peningkatan dua jenis penyakit itu, pihak Puskesmas harus segera melaporkan ke Dinas Kesehatan dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar segera dilakukan penanggulangan.

“Jika ada peningkatan kasus penyakit pancaroba harus langsung dilaporkan,” imbuhnya.

Diketahui, penyakit yang bisa disebabkan kuman, virus, dan mikroorganisme lain diantaranya Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) dan Demam Berdarah Dengue (DBD). ISPA yang menyerang saluran pernapasan bagian atas misalnya rhinitis, sinusitis dan faringitis.

Sedangkan ISPA yang menyerang saluran napas bagian bawah diantaranya bronkitis, pneumonia dan laringitis. Salah satu pencegahannya dengan vaksinasi dan imunitasi, serta menggunakan masker untuk mencegah penularan melalui udara.

Sementara, Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti yang berkembang biak di air jernih. Pencegahanya antara lain dengan menimbun barang-barang bekas yang memungkinkan air untuk menggenang serta mengurangi menggantung pakaian kotor di balik pintu.

Pengasapan atau fogging, menurutnya, juga perlu dilakukan secara serempak. Tujuannya untuk membunuh dan mengusir nyamuk dewasa. Sedangkan untuk jentiknya, perlu ditaburkan bubuk abate di setiap genangan air jernih.

“Yang penting warga harus membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” tandasnya.(TNC/ODI)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: