Nekat Palsukan KTP El, Pasutri Dibui Polrestro Tangerang

Gambar Ilustrasi / ISTIMEWAH

TANGERANG, BANPOS – Pasangan suami istri (Pasutri) nekat menggelapkan dokumen kependudukan untuk melancarkan aksinya untuk menjadi konsumen dari jasa pinjaman PT Federal International Finance (FIF GROUP). Alhasil aksi dari keduanya harus berujung di jeruji besi.

Akibat memalsukan dokumen berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Pasutri atas nama Sunariyah dan Riswandi tertangkap tangan petugas Polres Metro Tangerang di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di Kota Tangerang. Keduanya sudah menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada Senin (27/8/2018) lalu.

Kanit Ranmor Polrestro Tangerang AKP Yulis Andripratiwi menerangkan, peristiwa itu bermula saat pihaknya menerima laporan dari pihak FIF GROUP yang menjadi korban penipuan kedua Pasutri tersebut.

“Selanjutnya dari pengamanan dua orang ini kami kemudian melakukan pengembangan dan memintai keterangan tersangka,” ungkapnya di Mall Tangerang City, Senin (3/9).

Setelah meminta keterangan dari kedua tersangka, lanjut dia, petugas kemudian diarahkan kembali kepada tersangka berikutnya yang teridentifikasi sebagai penyuplai blanko kosong untuk digunakan memalsukan dokumen.

“Kemudian kami mengamankan Nurbaiti tersangka yang diketahui berperan sebagai calo yang menjual blanko kosong kepada pasangan suami istri ini,” jelasnya.

Selanjutnya dari blanko kosong yang diperolehnya, kata Yulis, kedua tersangka melakukan proses pembuatan KTP El dengan dokumen palsu yang telah dibuat menggunakan aplikasi photoshop. Selain itu, kedua tersangka memperoleh blanko kosong tersebut hanya dengan membayar Rp50.000.

“Nah setelah diedit dan dicetak, KTP El yang sudah jadi digunakan untuk mengajukan pinjaman ke FIF untuk mengambil barang maupun furniture yang akan dipakai sendiri,” jelasnya.

Namun demikian saat hendak mengembangkan kembali untuk mencari tersangka berikutnya, petugas tidak dapat mengungkap hingga ke pendistribusi utama. Pasalnya, menurut dia, saat hendak dicari ke kawasan Jakarta, pelaku utama sudah tidak berada di lokasi.

“Kami kehilangan dia (pelaku) karena sudah tidak ada. Jadi pelaku terakhir yang kami bisa tangkap hanya Nurbaiti,” tandasnya.

Sementara itu, Branch Manager FIF GROUP Cabang Tangerang, Freddy Febriyanto menyatakan, hal ini sebagai bentuk penegakan hukum atas tindakan melawan hukum yang dilakukan para pelaku. Kasus itu, kata dia, juga bisa menjadi supaya untuk menimbulkan efek jera bagi oknum lain.

“Kami juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak mudah memberikan dokumennya kepada pihak lain untuk digunakan sebagai syarat pengajuan kredit dengan imbalan tertentu, karena bisa disalahgunakan,” jelasnya.

Menurutnya aksi dari ketiga pelaku merupakan komplotan spesialis pemalsu dokumen yang selama ini sering beroperasi di wilayah Banten. Dalam menjalankan aksinya, modusnya adalah dengan merubah alamat kartu identitas dan dengan penampilannya selalu berubah-ubah.

”Jadi, mereka tertangkap tangan. Modusnya, membuat identitas palsu, setelah dapat barang, kemudian kabur atau menghilang. Waktu itu mereka mengambil barang dengan nominal hampir Rp18 juta,” ujarnya.

Dia mengapresiasi aparat penergak hukum yang memproses kasus tersebut hingga ketiga pelaku kini tengah menjalankan proses hukum yang telah diputuskan PN Tangerang. Mereka terbukti melanggar pasal 266 KUHP tentang pemalsuan data authentik.

Untuk Sunariah alias Sumilah divonis penjara selama tiga bulan dan denda Rp5 juta atau subsider satu bulan. Sedangkan, suaminya, Riswandi alias Durahman diganjar hukuman satu tahun penjara dan denda Rp5 juta subsider satu bulan penjara.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: