Warga Risau, Gas Elpiji 3 Kg Kembali Langka

Gambar Ilustrasi gas 3Kg/ ISTIMEWAH

MALINGPING, BANPOS – Gas elpiji tiga kilogram bersubsidi kembali langka di pasaran. Kelangkaan elpiji tersebut dikeluhkan warga Malingping, Lebak. Berdasarkan informasi keberadaan gas 3 kilogram ini akan diganti dengan gas jenis bright 5 Kg. Namun menurut warga ini seharusnya tidak terjadi kelangkaan untuk gas 3 Kg.

“Sekarang ini gas yang tiga kilo rada susah dicari, ini sudah berhari-hari, kalaupun ada harganya suka agak mahalan. Kenapa selalu saja langka, padahal kita rakyat kecil sangat butuh itu,” ujar Yati, salah seorang pedagang nasi uduk di Malingping, Senin (3/9/2018).

Pegiat sosial di Malingping, Bucek Gempar, mempertanyakan penyebab kelangkaan gas elpiji yang terjadi akhir-akhir ini, pihak agen dan pangkalan jangan melulu menjual gas yang non subsidi, tapi juga hendaknya memperhatikan gas bersubsidi itu.

“Yang harus di perhatikan ialah konsumen atau pembelinya, karena gas 3 Kg untuk orang miskin. Apa sesungguhnya penyebab tabung gas elpiji menjadi langka,” ujar Bucek.

Dalam hal ini pihaknya juga juga mempertanyakan kesiapan masyarakat untuk tabung bright gas 5 Kg, bagaimana pemerintah dalam hal ini memenuhi kebutuhan warganya.

“Kalau dahulu tabung 3 Kg dibagikan gratis, bagaimana dengan tabung 5 Kg penyalurannya, apakah dibantu oleh pemerintah atau diserahkan ke pasar seutuhnya,” katanya.

Dikatakan Bucek, masyarakat hanya mematuhi apa yang menjadi keputusan dan kebijakan pemerintah, maka itu jika memang tabung 3 Kg sudah tidak memenuhi lagi atau overload, pemerintah dapat melakukan sosialisasi terhadap pengguna bright gas 5 Kg, agar antara 5 Kg dengan 3 Kg dapat sejalan dan mempunyai pangsa pasar sendiri,” tandasnya. (WDO/SEP)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: