Suku Baduy Usulkan Perluasan Lahan

Wakil Bupati Lebak menerima kunjungan Hasan Wirayuda dan Tokoh Baduy di Rumah negara Pemkab Lebak, Kamis (30/8/2018) AHMAD FADILAH

RANGKASBITUNG,BANPOS – Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi menerima kunjungan masyarakat suku Baduy yang didampingi mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Periode Tahun 2001 – 2009, Hasan Wirayuda, di Pendopo Pemkab Lebak, Kamis (30/8/2018).

Dalam kunjungannya, Kaka kandung Gubernur Banten ini bermaksud menyampaikan permohonan masyarakat baduy terkait usulan perluasan lahan pertanian bagi masyarakat Baduy yang kini terus menyempit akibat semakin bertambahnya penduduk Baduy.

“Untuk diusulkan ke Menteri Lingkungan Hidup, kami mengharapkan bantuan serta rekomendasi Bupati Lebak,” kata Hasan Wirayuda.

Senada dikatakan, tokoh masyarakat Baduy Dalam, Ayah Mursid membenarkan perhomonan tersebut, menurutnya kebutuhan masyarakat baduy sudah bertambah sejalan dengan pertambahan penduduk Baduy. Dia mengusulkan 2000 Ha untuk perluasan tanah pertanian kepada pemerintah.

“Kami membutuhkan lahan pertanian untuk kesejahteraan masyarakat baduy, mohon ke Pemda untuk mengarahkan kami,” ujar Ayah Mursid.

Mursid mengaku, dirinya sudah ke Jakarta dan bertemu langsung dengan Dirjen Kementerian LH yang akan membantu proses penambahan lahan ini pada saat peringatan 17 Agustus lalu.”Kami harap Pemkab Lebak ikut mendorong permohonan kami ini ke pemerintah pusat,” harapnya.

Terkait usulan ini, Wakil Bupati Lebak merespon dengan memerintahkan OPD terkait untuk segera melakukan kros cek ke lapangan. Ade mengaku bahwa usulan ini pernah disampaikan pada tahun 2016 lalu saat seba Baduy, namun sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah pusat, karena lahan yang diusulakan ada dalam penguasaan Perum Perhutani.
Menurut Ade lahan yang sekarang dalam pengusaan Baduy ± 5000 Ha yang teruang dalam Peraturan Daerah.

“Kami siap membantu, jika usulan ini disetujui oleh pemerintah pusat, kami siap merevisi Perda Hak Ulayat Baduy,” kata Ade.

Untuk diketahui, baduy sebagai masyarakat adat yang terikat oleh tatanan hukum adatnya memiliki wilayah yang bersifat ulayat serta memiliki hubungan dengan wilayahnya tersebut sebagaimana ditetapkan dan diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 32 Tahun 2001 Tentang Perlindungan Atas Hak Ulayat Masyarakat Baduy.

Ulayat warga suku Baduy dibatasi tanah-tanah di wilayah Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, Lebak yang diukur sesuai dengan peta rekonstruksi, dalam peraturan itu juga disebutkan bahwa segala peruntukkan lahan terhadap hak ulayat Masyarakat Baduy diserahkan sepenuhnya kepada Masyarakat Baduy.(FAD/SEP)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: