Dugaan Pungli Warnai Pawai Budaya

Pawai Budaya Hut Kota Serang ke 11, di Alun-alun Kota Serang, Kamis (30/8/2018) / DZIKI OKTOMAULIYADI

SERANG, BANPOS – Helatan perayaan HUT Kota Serang terindikasi menjadi ajang penarikan pungutan liar (Pungli). Hal tersebut ditemukan pada momen Pawai Budaya yang ditemukan, para peserta yang ingin mengikuti pawai diminta biaya sebesar Rp.160 ribu sampai dengan Rp180 ribu.

Salah satu peserta pawai, Sella mengaku, bahwa dirinya mengikuti pawai budaya tersebut tidaklah gratis, karena harus membayar sebesar Rp 160.000 Ribu. “Diminta bayar mah sama pihak sekolah, katanya buat konsumsi dan ongkos jalan,” ungkap salah satu murid SMPN 2 Kota Serang, Sella di Alun-alun Serang Barat, Kamis (30/8).

Sementara itu, peserta pawai budaya lainya, Rahmadita mengaku, hal yang sama seperti dengan Sella. Tetapi, dirinya mah berbeda, karena harus membayar sebesar Rp 180.000 Ribu. “Tapi kita mah tidak mendapatkan konsumsi, karena kata bu guru uangnya buat nyewa seragam adat,” jelas Rahmadita, yang bersekolah di SMPN 20 Kota Serang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Zubaidillah berkilah dan menjelaskan, pawai budaya yang diselenggarakan oleh Pemkot Serang tidak dikenai biaya, karena semuanya telah ditanggung oleh Pemerintah.

“Mulai dari konsumsi, hingga pelaksanaan lainnya. Karena kita tidak ingin membebankan para peserta pawai budaya,” terangnya.

Lanjut Ahmad, tujuan digelarnya pawai budaya adalah untuk menumbuhkembangkan kearifan lokal budaya di Kota Serang. Maka itu, setiap peserta pawai menampilkan berbagai macam kebudayaan yang ada di Kota Serang.

“Makanya kita akan memanggil pihak-pihak yang memanfaatkan pawai budaya menjadi Pungli. Karena Pemkot Serang tidak meminta biaya sedikit pun untuk para peserta pawai, dan semuanya digratiskan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini telah diikuti secara antusias oleh masyarakat Kota Serang, hal tersebut terlihat dari banyaknya pameran kebudayaan serta peserta pawai yang ada. Sebab itu, dicanangkan akan ada konsep baru lagi kedepannya.

Di sisi lain, ia mengklaim Pemkot Serang telah berhasil memfasilitasi pengembangan dan pelestarian budaya yang ada di Kota Serang. “Alun-alun Kota Serang Barat sudah rutin dijadikan tempat berkumpul dan latihan para sanggar dan padepokan,” klaimnya.

Selain itu juga, ia menyatakan ada peningkatan jumlah sanggar dan padepokan yang ada di Kota Serang.
“Untuk pendidikan juga, kami sudah berhasil, target capaian RPJMD sudah terealisasi,” tandasnya. (PBN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: