Dinilai Bagus, Perda Aje Kendor Lahir Batin Didukung Kemenag dan PCNU Kota Serang

Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Serang Terpilih Syafrudin-Subadri Usuludin / HERLIN SAPUTRA

SERANG, BANPOS – Terkait rencana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang diberi nama Aje Kendor Lahir Batin oleh Walikota dan Wakil Walikota Serang terpilih Syafrudin-Subadri Usuludin, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kota Serang, Mahmudi menilai perda tersebut sangat bagus, karena menurutnya, saat ini anak-anak banyak disibukan dengan media sosial sehingga kurangnya gairah untuk mengaji.

“Semoga dengan adanya Perda Magrib Mengaji para orang tua dan anak-anak kembali seperti zaman dulu setiap ba’da magrib ramai mengaji,” kata Mahmudi saat di konfirmasi Banpos, Kamis (30/8).

Lanjutnya, dengan rencana tersebut pihaknya siap bersinergi baik dengan pemerintah daerah maupun dengan masyarakat. “Jika dibutuhkan kita siap bersinergi. Bukan sulit tapi mulai terkikis oleh kemajuan dunia hiburan dan medsos sehingga anak-anak sudah males kalau disuruh mengaji,” ujarnya

Hal ini juga, kata Mahmudi adalah suatu tantangan bagi orang tua dan semua umat islam. Ia juga menghimbau kepada orang tua agar memperhatikan dan mendorong anak-anaknya untuk terus belajar mengaji, terutama setelah solat magrib sampai memasuki waktu solat isya agar anak-anaknya dapat membaca al-quran dengan baik dan benar.

Di hubungi terpisah, ketua PCNU Kota Serang, KH Matin Sarkowi mengatakan, dengan akan diusulkannya perda tersebut, pihaknya mengatakan, hal yang pertama adalah harus memahami bahwa Kota Serang merupakan ibu kota Provinsi Banten yang saat ini dipandang secara kultur sosiologisnya sangat melekat niilai-nilai religius islam. “Nilai-nilai sosiologis kultur ini memang idealnya harus dilestarikan karena merupakan bagian integral dari NKRI,” kata Matin

Yang kedua, lanjut Matin, dia berfikir bukan soal membuat perda wajib mengajinya saja, tapi yang difikirkan, tetapi konsekuensi dari perda itu seperti apa dan bagaimana. “Artinya pemkot harus sudah siap dengan segala konsekuensinya misalnya, fasilitasi bagi para tenaga pengajar dan lain-lainnya,” jelasnya

Prinsif perda tersebut, menurut Matin, sah-sah saja tetapi dirinya mengingatkan agar pembentukan perda tersebut jangan hanya dilatarbelakangi oleh sikap emosional saja yang pada ahirnya perda tidak membawa dampak sama sekali. “Seperti perda diniyah, sekarang ini kan tidak berfungsi sehingga masyarakat hanya diajak euforia soal perda itu, tetapi pemerintah kota sama sekali tidak mampu memfasilitasi apa untuk keberlangsungan pendidikan diniyah,” katanya

“Saya fikir ada hal yang lebih penting yang harus segera diurus oleh pemkot yaitu soal tata kota, perda-perda yang mengarah kepada peningkatan ekonomi masyarakat, infrastruktur seprti terminal dan lain-lain, ini saya fikir pekerjaan prioritas walikota yang baru,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Serang terpilih Syafrudin-Subadri Usuludin mengaku sudah menyiapkan naskah akademik peraturan daerah (Perda) yang akan diberikan nama Perda ‘Aje Kendor Lahir Bathin’.

Wakil Walikota, Subadri Usuludin mengatakan, Perda ‘Aje Kendor Lahir Bathin’ itu akan mengatur tentang kewajiban mengaji bagi masyarakat Kota Serang setiap ba’da maghrib serta mematikan televisi selama waktu itu.

Kami sudah menyiapkan naskah akademik terkait perda wajib ngaji ba’da maghrib sekaligus wajib mematikan televis ba’da maghrib, Perda aje kendor lahir bathin,” kata Subadri saat menyampaikan sambutan pada tasyakuran atas penetapan Syafrudin dan Subadri oleh KPU sebagai pemenang Pilkada Kota Serang di Bogeg, Kota Serang

Harapan besar dibuatnya Perda itu, lanjut Subadri, untuk bisa melestarikan para guru ngaji di Kota Serang serta untuk menciptakan Kota Serang yang madani. “Saya cuma kepengen keberadaan guru ngaji yang ada di Kota Serang terlestarikan, mohon do’a setelah kami dilantik kami memprioritaskan para guru ngaji di Kota Serang,” ucapnya.

Dituturkan mantan ketua DPRD Kota Serang itu, tahapan Pilkada sudah usai setelah KPU secara resmi mengumumkan Paslon nomor tiga sebagai pemenang. Sehingga ia berharap semua pihak yang sebelumnya berseberangan dalam pilihan untuk kembali bersatu kembali. “Kami sepakat berdua kami akan rangkul semua sebagai keluarga Kota Serang,” katanya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: