Perolehan Medali Lampaui Target, Indonesia Huni Peringkat Empat

JAKARTA, BANPOS – Indonesia masih bercokol di peringkat keempat dalam tabel prolehan medali di Asian Games 2018. Hingga pukul 21.00WIB perolehan medali Indonesia mencapai 64 medali dengan rincian 22 medali emas, 15 perak, 27 perunggu.

Medali teranyar disumbang cabang panjat tebing Indonesia, dimana dua medali emas langsung dipersembahkan nomor estafet putra dan putri yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Palembang, Senin (27/8/2018) malam WIB.

Emas pertama berhasil dipersembahkan tim putri yang diperkuat tiga atlet pemanjat tebing yakni Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Rajiah Salsabillah serta Fitriyani.

Pada partai final, tim putri Indonesia berhasil mengalahkan China yang tampil lebih cepat. Para srikandi Indonesia mencatatkan waktu 25,452 detik. Sementara China harus mengakui keunggulan Indonesia dengan meraih medali perak. Sedangkan perunggu menjadi milik Iran.

Medali emas kedua datang dari tim putra yang melakoni laga All Indonesian Final. Medali emas menjadi milik tim Indonesia 2 yang diperkuat Hinayah Muhammad, Sufriyanto Rindi, Dzar Yulianto Abu, dan Leonardo Veddriq. Indonesia 2 meraih medali emas usai mencatatkan waktu lebih baik dari Tim Indonesia 1 yakni 18,686 detik.

Sementara Indonesia 1 harus puas dengan medali perak karena beberapa kali pemainnya melakukan kesalahan dalam start. Tim Indonesia 1 tersebut diperkuat Aspar, Sabri, Septo Wibowo Siburian, dan Muhammad Fajri Alfian. Perunggu menjadi milik China.

Dengan hasil ini, maka panjat tebing kembali mempersembahkan 2 emas 1 perak. Sebelumnya tim panjat tebing juga telah mempersembahkan 1 emas, 1 perak dan perunggu.
Sementara di cabor lainnya, pencak silat menjadi lumbung medali emas bagi Indonesia. Sejak pagi hari, sebanyak delapan medali emas telah disumbang kendati ada banyak protes yang bermunculan dari lawan terutama dari Malaysia.

Di antara pesilat itu adalah Iqbal Chandra Pratama yang mengalahkan Ngoc Toan Nguyen dalam kelas D Male serta Komang Harik Adi Putra yang turun dalam kelas E Male mengalahkan Mohammad Al Jufferi Jamari dari Malaysia.

Sementara itu, China masih mendominasi dengan 190 medali. Total, China memperoleh 85 medali emas, 62 perak, dan 43 medali perunggu.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI), Imam Nahrawi, mengapresiasi perjuangan para atlet Indonesia yang berlaga di ajang Asian Games 2018. Berkat kerja keras mereka, torehan medali Indonesia pun kini telah melampaui target 16 emas.

Di hari kesembilan gelaran Asian Games 2018, Indonesia meraih hasil yang apik dengan raihan delapan emas! Sebanyak delapan emas itu semuanya berasal dari cabang olahraga (cabor) pencak silat.

Sementara itu, China masih mendominasi dengan 190 medali. Total, China memperoleh 85 medali emas, 62 perak, dan 43 medali perunggu. Diikuti Jepang, dengan perolehan 135 medali, diantaranya 43 emas, 36 perak, 56 perunggu.

Menpora sangat bersyukur melihat hasil yang begitu fantastis ini. Ia pun yakin torehan medali Indonesia masih akan terus bertambah karena gelaran Asian Games 2018 masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Diurutan ketiga dihuni Korea, dengan perolehan 105 medali, diantaranya 28 emas, 35 perak dan 42 perunggu.

“Tentunya, ini pencapaian yang luar biasa dari seluruh atlet. Totalitas itulah yang perlu diberikan, kita patut memberi apresiasi kepada mereka. Masih ada waktu bagi kita untuk terus meraih medali emas lagi sampai titik darah penghabisan,” ujar Imam, saat konferensi pers yang digelar di Media Press Center Asian Games 2018, Senin (27/8/2018)
.
“Kami akan terus men-support para atlet yang tengah bertempur sampai betul-betul keringat kita habis, sampai titik darah penghabisan. Ini sebuah gambaran bahwa atlet kita betul-betul berjuang habis-habisan,” lanjutnya.

Imam juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memberi dukungan kepada para atlet yang gagal meraih medali. Hal ini harus dilakukan karena para atlet telah berjuang sekuat tenaga.

“Selain memberikan apresiasi, bagi yang belum berhasil, jangan sekali-kali kita bully. Jangan sekali-kali kita singgung perasaannya. Sebaliknya, kita harus support, harus dukung karena di hati mereka tidak ada secuil pun keinginan untuk kalah. Mereka sudah berjuang sekuat tenaga mereka,” tukasnya. (RUL/NET)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: