Polres Serang Ungkap Kasus Campur Ketumbar dengan Zat Kimia Berbahaya

Kapolres Serang, AKBP Indra Gunawan, saat gelar expose di Mapolres Serang, Senin (27/8/2018).

SERANG, BANPOS – Tersangka atas kasus tindak pidana pangan yaitu mencampur ketumbar untuk bumbu dapur dengan bahan kimia berbahaya hidrogen peroksida atau H2O2, berinisial KS, dijerat ancaman Pasal 136 UU nomor 8 tahun 2012 Tentang Pangan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 Miliar.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Serang, AKBP Indra Gunawan, saat gelar expose di Mapolres Serang, Senin (27/8/2018).

“Dari hasil BPOM, terbukti bahwa ketumbar tersebut mengandung 0,64 persen H2O2 yang dampaknya akan menimbulkan efek negatif pada kesehatan, serta jika dikonsumsi dengan dosis yang berlebih, maka bisa mengakibatkan kematian,” ungkap Indra.

Indra menambahkan, bahwa tersangka (KS) telah memproduksi ketumbar tersebut sejak April 2018, dan tersangka mendapatkan ketumbar dari Jakarta Barat dan bahan kimia didapat dari Jakarta Utara.

“Dari hasil keterangan, tersangka membeli sekitar Rp6.000 sampai Rp8.000, kemudian apabila sudah dicampur dijual kembali dengan harga Rp12.000 perkilo. Adapun ketumbar yang telah di produksi tersebut ada beberapa yang sudah disebarkan di wikayah Tangerang dan Jakarta,” jelas Indra.

Diketahui sebelumnya, tersangka ditangkap di sebuah gudang di Kampung Bendung, Kecamatan Tanara, Serang, beberapa waktu lalu. Adapun modus pelaku, menurutnya, adalah mencampurkan H2O2 ke dalam ember berisi ketumbar selama beberapa menit dan menjemurnya sampai kering. Perbuatan pelaku, menurutnya, dilakukan agar ketumbar lebih bersih dan bahan tersebut laris di pasaran. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: