Distan Kota Serang Tidak Punya Solusi Untuk Pertanian Tadah Hujan

ISTIMEWAH

SERANG, BANPOS – Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) klas 1 Serang memprediksi musim kemarau yang terjadi di beberapa daerah di Provinsi Banten akan berakhir pada akhir bulan Agustus.

Namun, Dinas Pertanian Kota Serang tidak memiliki solusi untuk pertanian yang hanya mengandalkan tadah hujan.

“Kalau secara teknis, pesawahan yang berdekatan dengan irigasi itu tidak masalah, tapi kalau sawah yang hanya mengandalkan hujan itu harus menunggu hujan saja,” ucap Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang, Anis S Salam saat dihubungi Banpos, Kamis (16/8) kemarin.

Sedangkan kata Anis, di Kota Serang ada dua Kecamatan dibidang pertanian mengandalkan tadah hujan. Sedangkan untuk empat kecamatan lain menurutnya dirasa aman karena ada irigasi.

“Dua Kecamatan yang tadah hujan yakni Kecamatan Walantaka dan Curug. Kalau Empat Kecamatan lainnya seperti Kecamatan Kasemen yang lumbung padi Kota Serang itu ada irigasi dari kali Ciujung dan kali Cibanten yang bisa mengairi. Kalau pun ada sawah yang jauh dari irigasi kan ada pompa air untuk nyedot (Deasel,red),” jelasnya

Sedangkan untuk kebutuhan air bersih untuk konsumsi masyarakat, Anis menyebutkan, sampai saat ini Distan Kota Serang belum mendapatkan laporan kekeringan. “BPBD saja belum ada laporan kekurangan air bersih,” jelasnya.

Terpisah, petani di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, memprediksi gagal panen, lantaran kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi pertanian yang ia miliki, karena pesawahan di daerahnya hanya mengandalkan dari air hujan.

“Sawah di sini ka nada sekitar 5 hektare dan hanya mengandalkan hujan. Kalau sudah tidak hujan gini akan gagal panen, saat ini juga padi yang kita tanam sudah banyak yang mati,” kata salah satu petani asal Lingkungan Bangkalok, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Bahrawi.

Menurut Bahrawi, pihaknya akan mengalami kerugian yang besar karena padi yang dia tanam pada bulan Juni lalu tidak bisa dinikmati hasilnya. “Tidak hanya saya yang akan merugi, sawah teman-teman saya juga sama kekeringan,” ujarnya

Ia berharap kepada penguasa kebijakan, khususnya pemerintah setempat untuk bisa mencarikan solusinya supaya ketika musim kemarau tiba, tidak ada lagi sawah-sawahnya mengalami kekeringan.

“Bukan hanya kali ini saja, hampir setiap musim kemarau sawah disini kering, kami tidak bisa berbuat banyak, karena sawah disini tidak ada sumber air selain ari hujan,” tukasnya. (CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: